HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri ubah pola distribusi pupuk

07 Januari 2008 Wilayah I Pemasaran Pupuk Daerah (PPD) PT Pupuk Sriwijaya mengganti pola distribusi pupuk ke daerah mulai Januari 2008, untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan pupuk di wilayah ini.

"Distribusi pupuk dilakukan dengan menunjuk langsung distributor di setiap kecamatan," ujar Manajer Pemasaran Wilayah I PPD PT Pusri Effendi Robbi saat menghadiri penandatanganan surat perjanjian jual beli (SPJB) pupuk bersubsidi 2008, kemarin.

Effendi mangatakan pola tersebut bakal memicu penolakan dari para distributor yang sudah terdaftar. Dari hasil pantauan sejak pola ini mulai diterapkan, sebesar 40% distributor di Sumatra menolak keras.

Namun, Pusri melakukan tindakan tegas untuk mengurangi tindakan para distributor nakal yang selama ini merugikan petani. Kewenangan tentang siapa distributor yang berhak menyalurkan pupuk dalam suatu wilayah nanti, Pusri yang menetapkan.

"Kalaupun ada distributor yang tidak mau menuruti aturan yang ditetapkan ini, kita persilakan untuk mengundurkan diri, karena masih banyak yang mau mendistribusikan pupuk Pusri dengan aturan yang ditetapkan," ujarnya.

Effendi melanjutkan tiap kecamatan akan memiliki satu distributor yang bertanggung jawab dalam masalah pemenuhan pupuk. "Jika terjadi kelangkaan pupuk akibat salah pendistribusian, akan menjadi tanggung jawab distributor," tuturnya.

Selain itu, pola ini juga membuat para pengecer yang terdaftar harus menjual pupuk di wilayahnya masing-masing. Guna merealisasikan program tersebut, distributor dan instansi terkait masih mempunyai waktu empat hari untuk melakukan koordinasi mengenai skema penyaluran yang harus dilakukan.

Sementara itu, PPD Pusri saat ini sudah membuat rekapitulasi data para pengecer yang berhak menjual di tiap kecamatan, melalui 77 distributor yang ada di Sumsel.

"Ini dilakukan untuk mengamankan penyaluran pupuk bersubsidi. Kami tidak mau tahu bagaimana cara distributor itu menginventarisasi pola kerja pengecer. Pastinya, pengecer yang boleh mendapat pupuk bersubsidi harus memiliki usaha tani yang jelas," terang Effendi.

Manajer Area PPD Pusri Sumsel Sulfa Ganie mengaku penertiban distributor dengan penunjukan langsung ini membuat realisasi penyaluran sesuai kenyataan saat dilakukan audit.

Dia mengungkapkan saat ini total penyaluran yang dilakukan PPD Pusri mencapai 97% dari total 169.000 ton alokasi pupuk bersubsidi yang direalisasikan sesuai SK Menteri Pertanian. (k20)