HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri Jalan Santai Bersama 8.000 Warga

18 Januari 2010 PALEMBANG (SI) – PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang kemarin menggelar jalan santai bersama 8.000 warga Palembang.

Direktur Utama (Dirut) PT Pusri Dadang Heru Kodri membuka dan melepas langsung masyarakat peserta jalan santai di Lapangan Sepak Bola PUSRI. Dia mengatakan, kegiatan jalan santai ini selain diikuti karyawan dan karyawati PT Pusri, juga melibatkan keluarga petani dan masyarakat lingkungan sekitar PT Pusri.Kegiatan ini termasuk dalam program bina lingkungan PT PUSRI. “Masyarakat butuh hiburan, di samping kita mengajak warga menjaga kesehatan melalui jalan santai juga berwisata alam di komplek PT PUSRI,”sambung dia.

Ketua BPOK Badan Pembinaan Olah Raga dan Kesenian PT PUSRI Bambang Subiyanto mengakui terjadi kemunduran jadwal pelaksanaan jalan santai. Seharusnya kegiatan ini digelar akhir Desember 2009,namun akhirnya diundur menjadi awal Tahun 2010.Kondisi ini terjadi karena sejak akhir Desember 2009 agenda kegiatan PT Pusri begitu padatnya. Subiyanto berharap melalui jalan santai ini setiap karyawan dan karyawati memiliki kesegaran jasmani. Sehingga produktivitas kerja meningkat dan dalam rangkaian kegiatan ini juga melibatkan keluarga petani dan masyarakat lingkungan sekitar.

“Di samping menjalin tali silaturahmi dan mempererat persaudaraan antara PUSRI,keluarga petani dan masyarakat lingkungan,” tegas dia. Kegiatan ini termasuk salah satu program corporate social responsibility (CSR), yang dalam RKAT 2009 dengan klasifikasi Rp24 milliar untuk program pinjaman modal.Yakni program bergulir untuk kegiatan CRS Bina Lingkungan senilai Rp6 miliar,termasuk bantuan kesehatan, pendidikan dan olahraga.

“Tujuannya agar CSR PT PUSRI melekat untuk pendampingan pendidikan, kesehatan keluarga petani dan masyarakat lingkungan,” ungkap dia. PUSRI pun menghadirkan door prizeyang dibawa masyarakat yang mengikuti jalan santai ini. Hadiah utama LCD TV 47 Inci, bersama 33 item hadiah lainnya berhasil dibawa spulang warga. (erik okta subadra).