HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pupuk Bersubsidi Menumpuk di Gudang Pusri Jambi

12 Desember 2008 Meski di sejumlah daerah mengalami kelangkaan, pupuk urea bersubsidi di Jambi justru menumpuk di gudang PT Pusri. Minimnya daya serap pupuk disebabkan banyak rencana definitif kebutuhan pokok kelompok atau RDKK belum disampaikan oleh sejumlah kabupaten.

Manajer Area Jambi PT Pusri Jambi Akhmad Tamzil mengatakan, sebanyak 5.500 ton pupuk urea bersubsidi kini menumpuk pada tiga gudang di Kota Jambi dan Kabupaten Merangin. Penumpukan telah berlangsung sejak empat bulan terakhir. "Urea bahkan sempat menumpuk hingga 6.000 ton di gudang," tutur Akhmad, Rabu (3/12).

Di Gudang Pasir Putih yang berkapasitas 3.000 ton, lanjut Akhmad, pupuk menumpuk hingga 4.000 ton. Sebagian pupuk terpaksa ditumpuk di area parkir gudang. Petugas menutupi pupuk dengan terpal ketika hujan supaya tidak rusak.

Hingga Rabu kemarin, baru 60 persen urea terserap dari alokasi 41.483 ton untuk Provinsi Jambi. Menurut Akhmad, pada Maret lalu dilakukan perubahan alokasi pasokan pupuk untuk tanaman pangan dan perkebunan rakyat. Kebijakan realokasi diikuti dengan perubahan RDKK pada tiap kabupaten.

Sayangnya, hingga memasuki akhir tahun ini, masih tiga kabupaten belum menyerahkan perubahan RDKK. Hal ini mengakibatkan suplai pupuk ke wilayah tersebut tersendat. "Kalau kami belum memperoleh RDKK-nya, bagaimana pupuk bisa disalurkan," tuturnya.

Kepala Bagian Pengadaan, Pemasaran, dan Penjualan PT Pusri Jambi, Alex Chandra mengatakan, daya serap petani di Jambi akan pupuk rendah. Dibanding tahun lalu, daya serap pada tahun ini bahkan menurun. Alokasi pupuk untuk Jambi dimungkinkan akan berkurang apabila kondisi ini tetap terjadi.

Pihaknya mengimbau dinas-dinas pertaninan di daerah lebih aktif memberi sosialiasi kepada petani mengenai pembuatan RDKK sebagai syarat untuk memperoleh pupuk bersubsidi.