HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

PT Pusri tak Kurangi Penyaluran Pupuk

22 April 2008 PT Pusri Daerah Pemasaran Jawa Tengah membantah telah terjadi kelangkaan pupuk urea bersubsidi di beberapa daerah di Kabupaten Banyumas dan Magelang karena penyaluran pupuk ke daerah tersebut selama tidak ada pengurangan.

"Tidak mungkin terjadi kelangkaan pupuk, karena penyaluran pupuk sesuai dengan kebutuhan dan saya mempunyai berita acara penyerahan barang dari distributor ke pengecer, sehingga telah disalurkan sebagaimana mestinya," kata Kepala Pemasaran Pusri Daerah (PPD) Jateng Eddy Hamim di Semarang, Kamis (17/4).

Ia mengatakan, hal tersebut menanggapi pemberitaan di sejumlah media massa yang menyebutkan bahwa di Kabupaten Banyumas dan Magelang terjadi kelangkaan pupuk dan harganya mencapai Rp85 ribu/sak ukuran 50 kg.

Ia menyebutkan, penyaluran pupuk di Kabupaten Banyumas hingga 14 April 2008 telah terealisasi 7.725 ton atau mencapai 92% dari rencana 8.440 ton, sedangkan untuk Kabupaten Magelang terealisasi 7.925 ton atau 92% dari rencana 8.603 ton kebutuhan.

Menurut dia, tidak ada pengurangan penyaluran jumlah pupuk untuk bulan April 2008, bahkan pihaknya akan melakukan realokasi jika daerah tertentu benar-benar membutuhkan, yakni menambah stok di daerah tersebut dengan mengambil jatah untuk daerah itu bulan Agustus 2008 saat musim kemarau.

"Kalau memang benar-benar membutuhkan, kami akan realokasikan kebutuhan pada musim kemarau untuk musim tanam saat ini, tetapi harus dengan persetujuan Dinas Pertanian setempat karena mereka yang mengetahui kondisi di lapangan," katanya.

Ia memperkirakan langka atau mahalnya harga pupuk karena ulah para pengecer tidak resmi. "Mereka membeli di pengecer resmi kemudian menjualnya lagi kepada petani dengan harga tinggi," katanya.

"Kita susah untuk memantau harga di luar pengecer resmi dan hal itu bukan menjadi kewenangan kami," katanya.

Ia berharap agar penyaluran pupuk dapat berjalan baik maka Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) harus berperan aktif.

Selain itu, dia berharap kepada para petani agar membeli pupuk bersubsidi di tempat pengecer resmi. "Kalau di pengecer resmi harga sesuai standar Rp60.000/sak, karena jika ketahuan menaikkan harga dari harga ketentuan maka pengecer tersebut akan kami beri sanksi," katanya.

Ia menyebutkan, kondisi stok di wilayah pemasaran rayon I, jumlah pupuk di gudang L. III sebanyak 12.040 ton dan stok di L.II Pelabuhan Cilacap sebesar 6.599 ton total stok sebanyak 18.639 ton cukup untuk memenuhi ketentuan stok dua minggu kebutuhan sebesar 10.996 ton.