HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

PT. Pusri Perwakilan NTB Berhenti Salurkan Pupuk Bersubsidi

31 Januari 2008 PT. Pupuk Sriwijaya (Pusri) Perwakilan Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), berhenti menyalurkan pupuk bersubsidi ke seluruh pedagang pengecer resmi yang ada di wilayah NTB.

Kepala kantor PPD NTB, H. Bambang Irianto, SE, di Mataram Selasa menjelaskan, alasan dihentikannya operasional penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah ini, karena PT. Pusri, NTB, bukan sebagai penanggung jawab pendistribusian pupuk bersubsidi di wilayah ini.

"Keberadaan perusahaan kami di sini hanya sebagai distributor pupuk dari dua produsen yakni PT. Pupuk Kaltim dan PT. Petrokimia Gresik," katanya. Bambang menjelaskan, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Direksi PT Pusri Pusat, terhitung mulai 31 Desember 2007, PT. Pusri Perwakilan Daerah (PPD) NTB, resmi berhenti sebagai distributor berbagai jenis pupuk bersubsidi ke seluruh pedagang pengecer yang ada di daerah ini.

Dikatakannya, seluruh pedagang pengecer binaan PT. Pusri NTB, semuanya telah diserahkan ke PT. Pupuk Kaltim yang sekarang bertanggung jawab penuh sebagai penyalur pupuk bersubsidi di daerah ini.

"Para pedagang pengecer resmi yang biasanya mengambil jatah berbagai jenis pupuk seperti Urea, Sp36, dan NPK, di perusahaan kami, sekarang mengambil jatah di sejumlah distributor yang ada di berbagai kabupaten/kota di NTB, yang telah ditunjuk oleh PT. Pupuk Kaltim," tegas Bambang.

Jadi, jika pedagang pengecer resmi belum mengetahui ke mana harus mencari pupuk, maka hal ini harus disosialisasikan oleh para distributor penanggung jawab. Dia menjelaskan, dengan berhentinya operasional penyaluran pupuk untuk wilayah NTB, seluruh aset yang ada akan diambil alih oleh PT. Pusri Jawa Timur, sedangkan karyawan yang ada akan dimutasikan ke beberapa propinsi di Indonesia yang membutuhkan.

"Aset-aset, baik itu barang bergerak maupun tidak bergerak akan diambil alih oleh PT. Pusri Jawa Timur, sedangkan SDM yang ada akan dioptimalkan di rayon-rayon yang menjadi tanggung jawab perusahaan kami, terutama di daerah Sumatera," katanya.

Ditanya mengenai apakah masih ada stok yang belum habis terjual, Bambang mengatakan, stok terakhir pada 23 Januari sebanyak 23 ton berupa pupuk NPK Phonska, namun sekarang sudah habis."Alhamdulillah, kita sudah tidak punya stok pupuk lagi, semuanya sudah habis terjual" katanya. (*/lin)