HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

PT PUPUK INDONESIA KEJAR TARGET PRODUKSI NPK

13 Desember 2017
REPUBLIKA, PALEMBANG – PT Pupuk Indonesia menyatakan, selain memproduksi Pupuk Urea, perseroan akan mnegejar target produksi pupuk NPK pada 2021. Untuk mengejar target tersebut, perusahaan holding BUMN pupuk tersebut akan membangun sejumlah pabrik Pupuk NPK.

Salah satunya, pembangunan pabrik pupuk NPK Fusion II di Palembang yang dibangun PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri). “PT Pupuk Indonesia berencana menambah kapasitas produksi pupuk NPK hingga 3,4 juta ton. Saat ini, PT Pupuk Indonesia grup memiliki pabrik NPK dengan kapasitas 3,1 juta ton per tahun dan akan dikembangkan hingga dua kali lipat menjadi 6,5 juta ton pada 2021,” kata Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat di Palembang, Selasa (12/12).

Aas Asikin Idat menjelaskan, untuk meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK, salah satunya pembangunan pabrik NPK di PT Pusri yang akan dilaksnakan pembangunannya oleh PT Wijaya Karya (Wika) Tbk.

Menurut Aas Asikin, pengembangan NPK memang menjadi prioritas PT Pupuk Indonesia ke depan. “Sampai 2021, PT Pupuk Indonesia berencana mengembangkan pabrik pupuk NPK hingga 3,4 juta ton.

Selain pengembangan pabrik pupuk NPK berkapasitas 200 ribu ton per tahun di PT Pusri, juga tengah dipersiapkan pembangunan pabrik NPK di PT Pupuk Iskandar Muda sebesar satu juta ton per tahun, di PT Pupuk Kujang sebesar 200 ribu ton per tahun, di PT Petrokimia Gresik sebesar 500 ribu ton per tahun, dan di PT Pupuk Kalimantan Timur sebesar satu juta ton per tahun.

Sementara itu, kebutuhan pupuk NPK di indonesia saat ini mencapai sekitar delapan juta ton per tahun. “Ini merupakan potensi pasar yang besar bagi industri pupuk NPK di Indonesia. Industri pupuk dan petrokimia mempunyai prospek yang baik ke depan, kebutuhan pupuk dalam negeri, khususnya NPK akan terus meningkat, “kata mantan Direktur Utama PT Ppupuk Kaltim.

Aas Asikin juga menjelaskan, pupuk NPK telah terbukti memberikan hasil yang optimal terhadap produktivitas tanaman, baik tanaman pangan maupun perkebunan. PT Pupuk Indonesia bersama seluruh anak perusahaan ya bertekat terus meningkatkan gairah petani dalam memanfaatkan pupuk NPK untuk pertanian.

“Selama ini, petani banyak yang memupuk hanya menggunakan pupuk urea saja, padahal itu tidak memenuhi kebutuhnan tanaman. Jadi, kalau menggunakan NPK itu produktivitas tanaman akan meningkat dan tentu ini berdampak pada hasil panen petani,” katanya.

Menurut Direktur Utama PT Pusri Mulyono Prawiro, pembangunan pabrik NPK Fusion II berkapasita 2X100 ribu metric ton per year (MTPY) diperkirakan selesai pada 2019, sehingga produksinya dapat memperkuat pasokan pupuk NPK di sektor pangan, perkebunan, dan holtikultura, terutama untuk wilayah Sumatera. ed : ichsan emrald alamsyah