HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Penyaluran Urea Bersubsidi Sesuai Target

08 Juli 2013 PALEMBANG – Sepanjang periode Januari-Juni 2013, PT Pusri Palembang telah menyalurkan pupuk urea bersubsidi (PSO) sebanyak 658.817 ton ke wilayah Sumsel, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Babel. Manager Humas PT Pusri Palembang, Sulfa Ganie mengatakan, penyaluran tersebut 90 persen dari target yang ditetapkan SK Mentan sebanyak 734.912 ton.

“Tetapi jika berdasarkan rencana kerja kita sudah seratus persen atau sesuai target. Target Mentan ketinggian. Musim panen setiap daerah itu tidak rata, ada musim hujan lebih dulu. Kadang petani belum siap RDKK (rencana defenitif kebutuhan kelompok),” ujar dia, kemarin.

Berdasarkan target Mentan, dia merinci penyaluran yang lambat itu di Babel baru 70 persen, 4 provinsi lainnya sudah 95 persen. “Produktivitas taninya agak lambat. Curah hujan tidak mendukung dan RDKK belum siap,” imbuhnya.”Kecenderungan produktivitas pertanian padi periode April-September itu stabil, produktivitas meninggi Oktober-Maret karena masuk musim basah dengan curah hujan tinggi,”tuturnya.

Meski demikian, penjualan urea komersil (Non PSO) hampir mencapai seratus persen, yakni sebanyak 453.882 ton, meliputi urea sektor kebun sebanyak 255.467 ton, urea sektor industri 71.889 ton dan urea ekspor 126.526 ton. “Posisi stok kita di gudang 140.791 ton yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk urea hingga 3 bulan ke depan,”tukasnya. Ditambah stok urea curah di pabrik 40 ribu ton dan urea kantong 5 ribu ton.

Sementara itu, kemarin (4/7) PT Pupuk Indonesia mengadakan Pokja K3&LH di Graha Pupuk Sriwidjaja. Kegiatan ini biasa dilakukan per triwulan sekali. Dalam Pokja ini, pihaknya membahas roadmap menuju Proper Hijau dan Emas. Dua narasumber hadir, yaitu Asisten Deputi Pengendalian Pencemaran Manufaktur, Prasarana dan Jasa Kementrian Lingkungan Hidup Ir Sabar Ginting MBA dan Kepala Badan Koordinasi, Pengendalian dan Komunikasi Program (BKPKP)-ITS Dr Ahmad Rusdiansyah.

Ir Sabar Ginting MBA mengatakan untuk mendapatkan proper hijau ataupun emas perusahaan harus memikirkan pengelolaan air dan air limbah, serta penghijauan lingkungan dengan penanaman pohon.
Direktur Utama PT Pusri Palembang, Ir Mushtofa diwakili GM P2K2L Rachmanto Hamdani mengatakan saat ini PT Pusri berada dalam proper Hijau. Sekarang menargetkan Proeper emas atau minimal bertahan di hijau.”Oleh kerena itulah didatangkan pakar lingkungan hidup untuk mencapai target tersebut,”cetusnya.