HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Mandiri Biayai Kredit Investasi PKG Senilai Rp 604 Milyar

27 Nopember 2007 Jakarta, 14 November 2007; PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (Bank Mandiri) dan PT Petrokimia Gresik (PKG) telah menandatangani perjanjian Kredit Investasi pada hari ini, di Jakarta, dengan limit kredit Rp 604 milyar untuk pembiayaan pembangunan 4 (empat) pabrik baru yaitu 3 (tiga) pabrik Nitrogen, Phosphat dan Kalium (NPK) dan 1 (satu) pabrik Diammonium Phosphat (DAP) serta proyek Konversi Energi Batubara.

?Pembiayaan pada proyek konversi energi batubara di industri pupuk ini, adalah yang pertama kalinya di Indonesia. Bank Mandiri memberikan komitmennya untuk membantu pembangunan proyek pembangkit tenaga listrik berbasis energi altenatif?, jelas Abdul Rachman, Direktur Korporasi Bank Mandiri. .

?Rencana PKG membangun pabrik baru, kami sambut dengan baik dengan pengucuran kredit investasi tersebut. Tentunya dengan harapan Petrokimia dapat memenuhi pasar?, tambahnya.

Menurut Dirut Petrokimia Gresik (PKG) Arifin Tasrif, hingga 2009 sebenarnya perseroan memiliki sembilan proyek baru. Diantaranya, pembangunan power plant batu bara 25 megawatt (MW) dan steamer uap tekanan tinggi berkapasitas 140 ton. Diperkirakan, power plant baru tersebut beroperasi akhir 2009 atau awal 2010. ?Pembangunan ini untuk mengantisipasi mahalnya harga minyak,? ujarnya kemarin (13/11).

Dengan menggunakan batubara, PKG bisa menghemat biaya Rp 100 miliar per tahun. Saat ini, pihaknya terpaksa menggunakan minyak akibat langkanya pasokan gas dalam lima tahun terakhir. Selain itu, kurangnya pasokan gas dalam lima tahun terakhir. Selain itu, kurangnya pasokan gas menyebabkan produksi urea tidak maksimal. Dari kontrak awal 62 MMSCFD, pasokan gas yang diterima hanya 45 MMSCFD (juta metrik kaki kubik per hari).

Produksi pupuk PKG saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan di pasar domestik yang terus meningkat serta mengisi pasar regional/Asia. Sampai saat ini hampir seluruh negara regional mengimpor pupuk jenis tersebut untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya.

Perjanjian kredit investasi tersebut terdiri dari pembiayaan pembangunan pabrik NPK II, III, IV dengan total kapasitas 300.000 ton per tahun (masing-masing 100.000 ton per tahun), pembiayaan pembangunan pabrik Diammonium Phosphat (DAP) I kapasitas 120.000 ton per tahun, serta pembiayaan pembangunan Steam Boiler Batubara 2 X 150 ton Steam per jam dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 25 MW.

Hubungan kerjasama antara bank terbesar di Indonesia dengan Petrokimia Gresik telah terjalin sejak tahun 1972 dengan menjadi nasabah giro (ex legacy BBD) dan menjadi debitur sejak tahun 1994 (ex legacy Bank Exim).

Tentang PT Petrokimia Gresik
PT Petrokimia Gresik adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pupuk, petrokimia dan bahan kimia, merupakan produsen pupuk terlengkap di Indonesia. Perusahaan yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur ini, berdiri sejak tahun 1972 memiliki kapasitas produksi untuk produk utamanya mencapai 2,41 juta ton per tahun yang terdiri dari Urea 460.000 ton/th, SP-36 1.000.000 ton/th, ZA 650.000 ton/th, serta NPK/Phonska 300.000 ton/th. Pada tahun 2006 Petrokimia Gresik mencatat revenue sebesar Rp 5,133 triliun dan memperoleh laba bersih setelah pajak Rp 369,933 miliar. Diperkirakan di tahun 2007 baik revenue maupun laba perusahaan akan meningkat dibandingkan tahun 2006