HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Jelang Libur Panjang Lebaran, Pusri Jamin Stok Pupuk Urea di Lampung Aman

23 Mei 2019

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): PT Pusri PPD Lampung menjamin stok pupuk Urea subsidi dan nonsubsidi di Lampung aman dalam menghadapi libur panjang Lebaran. Stok pupuk Urea di Lampung kini cukup untuk kebutuhan dua bulan lebih.

Hingga Rabu (22/5/2019), stok Urea subsidi di 12 gudang seluruh Lampung mencapai 36,09 ribu ton. "Jumlah itu stok Urea secara fisik yang ada di gudang. Sedangkan total stok urea untuk Lampung 43,73 ton. Stok ini siap menghadapi kebutuhan petani, meskipun nanti angkutan nonpangan berhenti selama arus mudik dan arus balik Lebaran," kata Area Manager Penjualan PT Pusri PPD Lampung, Jambak, di Bandar Lampung, Kamis (23/5/2019).

Kesiapan stok itu, menurut Jambak, dikontrol setiap hari lewat laporan harian. Pada Rabu (23/5/2019), stok Urea bersubsidi di gudang PT Bhanda Ghara Reksa Srengsem sebanyak 9,7 ribu ton. Gudang Padimas (9,4 ribu ton), Pesawaran (333 ton), Tanggamus (768 ton), Tulangbawang (2,7 ribu ton), Pringsewu (5,3 ribu ton), Bandarjaya, Lampung Tengah (1,5 ribu ton), Kalibalangan, Lampung Utara (2,3 ribu ton), Sekincau, Lampung Barat (1,6 ribu ton), HMR-Lampung Tengah (2,0 ribu ton), dan Way Jepara, Lampung Timur (1,6 ribu ton).

Terkait petani di Kabupaten Tulangbawang dan Mesuji yang pada musim gadu ini tidak mendapat alokasi Urea bersubsidi akibat validasi lahan, menurut Jambak, stok Urea nonsubusdi untuk kedua kabupaten itu pun cukup. "Sudah disiapkan, stok di semua kios termasuk pupuk nonsubsidi, sudah siap," kata Jambak.

Khusus untuk sebagian petani di Tulangbawang dan Mesuji yang dihentikan sementara penyaluran pupuk bersubsidi, diminta membeli pupuk nonsubsidi. Stok pupuk nonsubsidi di gudang Tulangbawang saat ini mencapai 41,6 ton. Total stok pupuk nonsubsidi Pusri yakni 879 ton.

Perinciannya, Urea NS 50 sebanyak 374,7 ton, Urea NS 25 (111,7 ton), Urea NS 10 (89,5 ton), Urea NS 5 (615 kg), Urea NS 1 (1,5 ton). Sedangkan untuk stok NPK yakni NPK NS 50 (165,1 ton), NPK NS 25 (133,2 ton), NPK NS 10 (500 kg), dan NPK NS 5 (2,5 ton). Pada 2019, pemerintah mengalokasikan jatah Urea bersubsidi Lampung sebanyak 258 ribu ton. Hingga April 2019, sebanyak 40% dari jatah itu tersalurkan. (PRO1)