HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Distributor Salurkan Pupuk Urea

09 Januari 2009 Perdagangan Antarkecamatan.
Semarang, Kompas - Meski Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo belum sepenuhnya menyetujui, PT Pusri wilayah Jawa Tengah, Rabu (31/12), tetap menetapkan kerja sama dengan 153 distributor untuk penyaluran pupuk urea bersubsidi pada 2009. Penyaluran pupuk bersubsidi 2008 yang 920.000 ton dan sudah tersalurkan seluruhnya.

Manajer Area Pemasaran PT Pusri Jateng Eddy Hamim menegaskan, pihaknya menjamin tahun 2009 kinerja distributor yang telah terbentuk akan lebih baik dibanding 2008.

"Untuk mencegah penyelewengan, PT Pusri telah minta distributor menandatangani surat jual beli pupuk serta pakta integritas yang mengikat sanksi keras distributor yang menyelewengkan pupuk," kata Eddy.

Eddy mengakui, selama 2008 masih ada persoalan tentang penyaluran distribusi pupuk bersubsidi, misalnya kelangkaan pupuk, harga pupuk di atas harga eceran tertinggi, serta keluhan petani yang tidak mendapat pupuk sesuai kebutuhan. Terhadap kasus-kasus itu, PT Pusri sudah menghentikan kerja sama tiga distributor, yakni satu distributor di Cilacap dan dua distributor di Kabupaten Semarang. Seluruh 153 distributor itu meliputi 26 koperasi, 10 BUMN, 2 BUMD, dan 115 distributor swasta.

Antarkecamatan.
Eddy menyatakan, PT Pusri melarang distributor memberi sesuatu atau menerima sesuatu perihal penambahan atau pengurangan jatah alokasi pupuk untuk wilayahnya. Distributor juga dilarang berdagang pupuk antarbatas kecamatan. Bibit Waluyo mengatakan, dia tidak setuju penyaluran pupuk bersubsidi melalui distributor karena distributor adalah pedagang yang selalu mencari keuntungan. Pupuk bersubsidi adalah barang amanah yang harus sampai di tangan petani.

Di Kabupaten Magelang, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2009 belum memenuhi kebutuhan pupuk petani yang tersusun dalam rencana definitif kebutuhan kelompok. Namun, hal itu tidak akan mengganggu pelaksanaan sistem distribusi tertutup pupuk mulai 1 Januari 2009.