HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Alokasi Urea-NPK Minim

19 Januari 2009 Hanya Terpenuhi 25-30 %.
Pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Pertanian telah mengeluarkan data alokasi pupuk bersubsidi untuk Sumsel tahun 2009. Menariknya, alokasi pupuk urea hanya 175.483 ton. Jumlah tersebut hanya mampu memenuhi 25-30 persen kebutuhan total pupuk urea 707.310 ton per tahun.

Begitu pula NPK, dari kebutuhan 991.591 ton, hanya mendapat 75 ribu ton. Fakta ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel Ir H Darmansyah MBA MM melalui Kasi Sarana Produksi Erwin Noor Wibowo, kemarin (14/1).

?Kekurangan 70 persen lagi tetap akan kami mintakan alokasi tambahan kepada pusat seperti yang dilakukan tahun 2008 lalu dan tahun-tahun sebelumnya,? ungkap Erwin.

Dikatakan, alokasi pupuk jenis lainnya, ZA 3330 ton, SP36/superpost 39.047 ton dan pupuk organik 10 ribu ton. Sedangkan kebutuhan pupuk Sumsel tahun ini diprediksi, ZA 80.931 ton dan Superpost 589.933 ton.

Lanjut Erwin, kebutuhan terbesar pupuk urea datang dari sektor pertanian subsektor perkebunan. Meningkatnya kebutuhan urea salah satunya dipicu kesulitan ekonomi para petani. ?Jadi, harga pupuk non subsidi ?kan mahal makanya mereka beralih ke pupuk bersubsidi,?ungkapnya.

Sedangkan subsektor perkebunan membutuhkan 448.410 ton urea atau melonjak lebih dari 200 persen dibandingkan dengan kebutuhan tahun 2008 lalu yang hanya 176.510 ton.

?Untuk subsektor pertanian sendiri membutuhkan sekitar 227.037 ton urea,? cetusnya. Seluruh alokasi pupuk bersubsidi itu hanya dapat disalurkan kepada para petani melalui program Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK). ?Jadi, petani yang tidak ikut RDKK tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi ini,? bebernya Erwin.

Bagaimana realisasi pupuk 2008? Kata Erwin, urea 208.485 dari kebutuhan (98,81 persen), NPK 23.631 ton (81,82 persen), ZA 4.040 ton (138 persen) dan SP36/superpost 8.460 ton atau (47 persen). Di lain pihak, berdasar data per 12 Januari 2009, stok pupuk urea bersubsidi pada enam gudang di Sumsel mencapai 29.046 ton.

Dalam gudang Pusri di kompleks PT Pusri tersedia 10.131,15 ton, gudang Jl Naskah KM 7 tersedia 4.831,30 ton, gudang di OKU tersedia 4810,85 ton, gudang OKUT 3643 ton, gudang Mura 3478,55 ton dan gudang Lahat 2151,15 ton.