HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Akhir 2009 Terjadi Kelebihan Pupuk Urea Bersubsidi

06 Nopember 2009 Jakarta, (Analisa)

Departemen Pertanian (Deptan) memperkirakan akhir tahun ini akan ada kelebihan pupuk urea bersubsidi sekitar 213 ribu ton, karena penyaluran sarana produksi tersebut menurun sebagai dampak penerapan sistem distribusi tertutup.

Direktur Sarana Produksi Pertanian Deptan Spudnik Sujono di Jakarta, Kamis (5/11), mengatakan hingga September 2009 penyaluran urea bersubsidi mencapai 3 juta ton atau sekitar 54,7 persen dari kuota 5,5 juta ton.

"Hingga akhir tahun ini kami perkirakan pupuk yang terserap sekitar 5,28 juta ton. Ini artinya akan ada kelebihan sekitar 213 ribu ton," katanya.

Menurut Spudnik, penurunan realisasi penyaluran pupuk ini disebabkan pemberlakuan sistem distribusi tertutup dengan pola rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

Dengan sistem tersebut, lanjutnya, pupuk bersubsidi benar-benar digunakan oleh petani sesuai dengan kebutuhan lahan yang dimiliki.

Selain kebijakan tersebut, penurunan penyerapan pupuk juga dikarenakan petani mulai menyadari manfaat penggunaan pupuk secara berimbang.

Hal itu terlihat dari serapan NPK per September 2009 yang mencapai 937.000 ton atau sekitar 62 persen dari alokasi tahun ini sebesar 1,5 juta ton.

Penggunaan NPK, menurut dia, dari tahun ke tahun menunjukkan tren peningkatan. Pada 2007 K hanya 637.000 ton, tahun lalu melonjak menjadi 956.000 ton.

"Tahun ini kami perkirakan NPK akan terserap semuanya dari kuota yang ditetapkan sebanyak 1,5 juta ton tersebut," katanya.

Menyinggung sisa pupuk urea yang tidak terserap, Spudnik mengatakan akan dialihkan untuk persediaan 2010. (Ant)