HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Revitalisasi Pabrik Pupuk Terhambat Pasokan Gas

25 Pebruari 2009 Revitalisasi pabrik pupuk terganjal sulitnya mendapatkan pasokan gas dan listrik yang stabil. "Persoalan utamanya gas, bank sudah bersedia kalau ada jaminan pasokan gas untuk 20 tahun, mereka akan sediakan dananya," kata Dirut PT Pupuk Sriwijaya Dadang Heru Kodri dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Selasa (24/2).

Menurut dia, dalam lima tahun kedepan BUMN pupuk akan direvitalisasi sehingga kapasitas produksi urea Indonesia mencapai 10,7 juta ton. "Revitalisasi harus dilakukan karena pabrik yang lama boros, butuh 33 mmbtu gas per ton urea, mau diganti dengan mesin yang hanya butuh gas 25-26 mmbtu," ujarnya.

Dari 20 pabrik pupuk yang ada, sebanyak 10 diantaranya berumurn lebih dari 20 tahun, enam pabrik berumur 10 tahun lebih dan hanya 3-4 pabrik saja yang umurnya di bawah 10 tahun. Selain revitalisasi, Pusri dan pabrik pupuk lainnya akan membangun lima pabrik pupuk NPK berkapasitas satu juta ton sehingga total kapasitas produksi nasional bisa mencapai 2,6 juta ton per tahun.

Sementara itu, produsen pupuk juga akan membangun unit produksi pupuk organik untuk memenuhi permintaan yang semakin meningkat. "Karena ada subsidi untuk pupuk organik, maka investasinya jadi menarik. Pusri akan bertemu dengan pada calon investor di Yogyakarta pada 26 Februari ini," tuturnya.

Ia berharap, masalah pasokan listrik bisa diatasi karena pembangunan pabrik pupuk organik membutuhkan listrik PLN yang murah. "Kalau membuat pembangkit sendiri tidak menguntungkan," tambahnya.