HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Rekrutmen Pusri Terus Bergulir

14 Januari 2010 PALEMBANG, SRIPO – PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) sedang melakukan evaluasi untuk kembali akan melakukan rekrutmen karyawan pada tahun 2010. Proses penerimaan karyawan baru ini akan bergulir sampai tahun 2015, saat mana jumlah karyawan dinilai pada komposisi ideal dengan jumlah 2500-2700 orang.

Hal itu dikemukakan oleh Direktur SDM dan Umum, Djafarudin Lexy S. SE, MM dan Direktur Produksi Ir Indra Jaya, usai membuka Musyawarah Nasional Serikat Pekerja Pupuk Sriwidjaja di Gedung Diklat PT Pusri, Rabu (13/1).

Menurut Djafarudin, berapa banyak karyawan baru yang akan diterima Pusri pada 2010 ini, masih akan dievaluasi melihat kebutuhan seluruh unit kerja. Kemudian melihat berapa jumlah karyawan yang memasuki masa pensiun”, jelasnya.

Dikatakan proses rekrutmen ini terus berjalan sampai 2015, dan selanjutnya akan dilakukan setiap dua tahun. “Kini kita mengejar supaya man power tidak berkurang”, katanya. Dikatakan pada tahun 2015, posisi karyawan sudah mencapai ideal, lebih kurang 85 persen sampai 95 persen. Saat itu jumlah karyawan sekitar 2500-2700 orang. ”Namun jika PT.Pusri tidak mengalami pertumbuhan maka jumlah karyawan ideal hanya 2500 orang.

Dari data yang ada di Pusri, saat ini total jumlah karyawan sebanyak 3106 orang. Dengan komposisi direktorat produksi sebanyak 1346 orang dan pada non produksi termasuk yang di luar Palembang berjumlah 1760 orang.

Menurut Djafarudin, dalam merancang komposisi karyawan ini yang utama adalah bagaimana agar kerja pabrik tidak terganggu. ”Pabrik kita jaga, karena pabrik operasional 24 jam. Sementara administrasi terus kita evaluasi, dengan sistem komputerisasi maka perlu lebih efisien,”katanya.

Revitalisasi Pabrik
Kemudian dengan melihat usia pabrik yang sudah tua, PT.Pusri yang saat ini kapasitas produksinya 2 juta ton per tahun, bertekad untuk tumbuh sehingga dapat meningkatkan produksinya. Kalau tidak makin lama PT Pusri akan mengalami penurunan. ”Untuk itu Pusri sudah merencanakan replacement dan revitalisasi pabrik. Sehingga kapasitas produksi dapat dinaikkan”, Kata Djafarudin.

Rencananya Pusri akan membangun 2 pabrik baru dengan kapasitas yang lebih besar, ditambah dengan melakukan Replacemen dua pabrik lainnya di kawasan tanjung Api-api. ”Untuk replacemen ini kita menunggu kebijakan pemerintah daerah, ”katanya.

Namun tambahnya, persoalan yang mendasar dari produksi urea dan amonia ini adalah masalah ketersediaan bahan baku. ”Jaminan bahan baku inilah, dari stakeholder, yang bisa dipakai bagaimana Pusri bisa tumbuh,”tegas Djafarudin dan Indra Jaya.

Dikatakan Indra Jaya, dengan rencana pembangunan pabrik baru dengan kapasitas yang lebih besar, PT Pusri memerlukan tambahan pasokan gas, kurang lebih sebesar 40 mmsfd dari kontrak yang ada saat ini yakni sebesar 180 mmsfd. ”Kita mengupayakan agar pasokan gas bisa ditambah nantinya, ”katanya.

”Jadi bagaimana kita ke depan yang penting adalah gas. Agar bisa dijual kepada kita, ”kata Djafarudin pula. (az)