HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri Perbesar Bisnis NPK

09 Mei 2017
Meski harga produksi kalah dengan harga di pasar, tak mengurangi niat PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) yang berencana untuk memperbesar porsi produksi dari pupuk NPK (Nitrogen, Phospat, Kalium)
 
Alasannya, Pusri ingin sejalan dengan kebijakan pemerintah di sektor pertanian, yakni menganjurkan petani menggunakan pupuk majemuk. Terdiri dari pupuk organik, NPK, dan Urea dengan komposisi perbandingan 5:3:2.
Hal tersebut diungkapkan direktur utama PT Pusri, Mulyono Prawiro, saat ditemui di Kantor Gubernur, Senin siang (8/5), “totalnya pada tahun ini 300.000 ton, kami fokuskan ke NPK,” jelas dia.
 
Pada 2016, Pusri mampu memproduksi 100.000 ton dan tahun ini ditargetkan bisa bertambah lagi 200.000 ton. Ke depan, produksi NPK akan lebih ditambah dengan target lebih besar, Tahun 2025 perencanaan bisa sampai 1 juta ton.

Dia menambahkan adanya penambahan jumlah produksi NPK disesuaikan karena bakal adanya pabrik Pusri II B yang akan beroperasri tahun ini. NPK dijadikan fokus Pusri karena saat ini harga jual pupuk lebih rendah disbanding harga pasaran. Padahal bahan bakunya cukup tinggi sehingga tidak membuat income dan outcome tak seimbang. “Harga pupuk masih agak rendah, dan Pusri belum kompetitif untuk itu. Adanya pabrik baru ini bisa membantu efesiensi,“ ujarnya.

Saat ini pabriknya sendiri sudah memasuki tahap performa test, sehingga memberikan impact positif untuk produktifitas dan kapasitas, baik pupuk maupun NPK. Mulyono Prawiro dalam kunjungannya ke Gubernur kali ini, bermaksud untuk mengundang secara langsung Gubernur Alex Noerdin dalam acara peresmian pabrik Pusri IIB yang akan diresmikan langsung oleh presiden RI Joko Widodo.

Namun, terkait kunjungan presiden dan peresmiannya masih dalam pembahasan lebih lanjut. Tentang kedatangan presiden RI, dia ingin mengajak Pemprov Sumsel untuk bekerjasama. “Dalam menyambut Presiden, PT Pusri ingin Pemprov Sumsel untuk dapat bersinergi bersama melakukan apa saja yang diperlukan terkait kedatangan Presiden RI di Sumsel, “ ujarnya.

Dengan selesainya pabrik Pusri IIB, akan menambah pupuk dan lebih hemat energi. Jadi dengan adanya pusri IIB target produksi tahun depan akan lebih tinggi. Disamping itu juga, pabrik Pusri IIB dengan teknologi terbaru, selain ramah lingkungan juga hemat bahan baku gas yakni dengan rasio pemakaian gas per ton produk 31,49 MMBTU/ton amoniak dan 21,18 MMBTU/ton urea. Selain itu Pusri optimis target itu akan tercapai merujuk pada pencapaian Tahun 2016 yakni, produksi pupuk urea dan NPK yang mampu melewati 100% dari beroprasinya 5 pabrik termasuk pabrik baru Pusri IIB yang telah memproduksi amoniak 36.438 ton dan urea 245.600 ton.

Secara keseluruhan sepanjang 2016, Pusri memproduksi 1.222.270 amoniak dan 1.671.160 urea dan 71.810 NPK. Diakui mulyono, ada berbagai tantangan baru yang aka  datang yakni produk pusri bersaing dengan Tiongkok dan Malaysia yang menyasar pasar Indonesia dan India.

Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin menyambut baik akan diresmikanya pabriik Pusri IIB. “Oleh karena itu atas nama Pemprov Sumsel kami mendorong penuh apapun yang dilakukan oleh PT Pusrii, “ ujar dia.