HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri Palembang, Perusahaan Efisien dan Ramah Lingkungan

02 Desember 2013

Tiga Tahun Berturut-turut Terima Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup
Juga Terima Penghargaan Industri Hijau dan Efisiensi Energi Nasional

 
PERUSAHAAN efisien dan ramah lingkungan, sanjungan tersebut layak disematkan untuk produsen pupuk PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang. Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Perdagangan dan Perindustrian, serta Kementerian BUMN pun mengakuinya dengan menganugerahi sejumlah penghargaan.

Di periode 2012 lalu, pelopor produsen pupuk urea di Indonesia ini menerima penghargaan Proper Hijau untuk ketiga kalinya secara berturut-turut (2010, 2011, dan 2012, red) dari Kementerian Lingkungan Hidup. Kemudian PT Pusri Palembang yang berkantor pusat di sekitar tepian Sungai Musi, Jl Mayor Zen Palembang ini, juga menerima penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perdagangan dan Perindustrian, serta Penghargaan Efesiensi Energi Nasional dari Kementerian BUMN.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada 26 November 2013, Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Republik Indonesia kembali memberikan penghargaan Industri Hijau untuk perusahaan yang didirikan sejak tanggal 24 Desember 1959 ini.

Manajer Humas PT Pusri Palembang, Sulfa Ganie SE MM mengungkapkan, menjadi perusahaan yang efisien dan ramah lingkungan adalah komitmen bagi PT Pusri Palembang. “PT Pusri Palembang juga terus berupaya menjadi perusahaan yang ‘dimiliki’ oleh lingkungan,” ujar Sulfa yang dihubungi Media Kalimantan dari Banjarmasin via telepon selular.

Diterangkannya, PT Pusri Palembang mempunyai kebijakan yang memang diprioritaskan untuk efisiensi dan lingkungan hidup. Contoh kecil, sebutnya, dengan kecanggihan teknologi yang dimiliki PT Pusri Palembang semaksimal mungkin mengurangi dan mengolah limbah sehingga menjadi lebih baik.

“PT Pusri Palembang bahkan telah menginvestasikan dana miliaran Rupiah untuk pengadaan alat-alat pengolah limbah. Mulai unit pengolah limbah cair, pengolah limbah gas, pengolah limbah minyak, termasuk polusi suara,” ungkap pria yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Manajer Pemasaran Wilayah II,  Manajer Pengendalian & Pelayanan Pelanggan, serta Manajer Keamanan PT Pusri Palembang itu.

Lebih jauh, sambung Sulfa, PT Pusri Palembang juga menerapkan sistem manajemen lingkungan ISO 14001-2004, dimana berdasar hasil audit internal dan eksternal yang dilakukan setiap enam bulan, PT Pusri Palembang tetap dipercaya untuk menerapkan sistem tersebut.

“Secara berkelanjutan, PT Pusri Palembang juga terus melaksanakan program-program CSR yang berkaitan dengan lingkungan,” ujarnya.

Sulfa menyebutkan, saat ini PT Pusri Palembang menggalakkan program penanaman 1.000 batang bambu di sekitar Sungai Musi, serta sekitar 2.000 bibit buah-buahan dan pepohonan, diantaranya bibit manggis, mangga, sawo, kelengkeng, jabon, waru, ketapang, dan salam.

“Program-program penghijauan itu diperhitungkan dapat menyerap sedikitnya 85.000 Ton CO2/ tahun. Secara berkelanjutan, PT Pusri Palembang akan terus menanam bibit-bibit bambu di sepanjang Sungai Musi, sehingga akan sangat membantu untuk menyerap air hujan dan menahan erosi,” tandasnya.

Tak hanya itu, lanjut Sulfa Ganie, PT Pusri Palembang juga membantu pelestarian lingkungan melalui penangkaran satwa, diantaranya penangkaran rusa dan burung. Disebutkannya, penangkaran rusa dimulai sejak 2008, diawali dengan mendatangkan tiga pasang rusa dari penangkaran satwa di Cisarua Bogor.

“Sekarang, Alhamdulillah jumlahnya sudah mencapai 40 ekor rusa dengan berbagai jenis. Ada rusa tutul, ada pula rusa Sambar. Di samping itu, juga ada penangkaran burung,” tambahnya.



Revitalisasi ‘Pabrik Tua’ dan Terapkan Proyek STG

Terkait efisiensi, Sulfa menerangkan, PT Pusri Palembang telah banyak melakukan terobosan. Mulai penggunaan gas untuk operasional sehingga mengefisiensikan penggunaan listrik, kemudian mengurangi penggunaan energi gas dengan subtitusi energi dari batubara, sampai pada revitalisasi ‘pabrik tua’ Pusri dengan membangun pabrik baru. Yaitu, Pabrik II-B yang peletakan batu pertamanya telah dilakukan pada April 2013 lalu.

Revitalisasi Pabrik II-B itu, jelas Sulfa, untuk mengganti Pabrik II yang usianya sekarang mencapai 39 tahun. Pabrik II-B akan menambah kapasitas produksi sebesar 660.000 ton pupuk amoniak, serta 907.500 ton pupuk urea per tahun. Lebih dari itu, sambungnya, Pabrik II-B akan menghemat konsumsi energi gas bumi hampir 12 MMBTU per Ton urea (dari 33,98 MMBTU per Ton urea menjadi 22 MMBTU per Ton urea).

“Tak kalah penting, Pabrik II-B akan sangat ramah lingkungan. Insya Allah, pabrik tersebut sudah beroperasi pada Desember 2015 mendatang,” tandasnya.

Terobosan cukup besar yang juga dilakukan PT Pusri Palembang terkait efisiensi ini, sambung Sulfa, adalah penerapan proyek STG atau Steam Turbin Generator Boiler batubara. “Proyek ini adalah proyek substitusi gas bumi ke batubara. Dengan STG, PT Pusri Palembang menghemat pemakaian gas bumi sebesar 17 MMSCFD, yang akan dialokasikan ke gas proses Pabrik II-B. Dari sisi biaya, penggunaan batubara juga menurunkan biaya steam sekitar 6 USD/ Ton dan menghemat biaya listrik 0,12 USD/ KWh,” jelas Sulfa.

Selain itu, sambung Sulfa, PT Pusri Palembang telah lama melakukan optimalisasi pemanfaatan tail gas yang diolah melalui unit pengolah limbah gas, Purge Gas Recovery Unit atau PGRU. “Jika sebelumnya ada yang terbuang ke atmosfer, sekarang tail gas dimanfaatkan sebagai gas bakar. Nilai penghematan energinya mencapai 0,4 MMBTU/ Ton NH3,” terangnya.

Dan belum lama tadi, lanjut Sulfa, telah dilakukan penggantian unit PGRU Pusri-IV dari cryogenic menjadi membrane, dengan penghematan energi sebesar 3,79 MMBTU/ Ton NH3 atau setara dengan 20.000 USD/ hari.

“Pada intinya, Pusri Palembang berkomitmen untuk terus menjadi perusahaan yang efisien dan ramah lingkungan. Karena itu, programprogram yang berkaitan ke arah sana (efisiensi dan ramah lingkungan, red) akan terus digalakkan,” tutup Sulfa yang berharap di tahun 2013 ini, PT Pusri Palembang dapat meraih penghargaan Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.(khairil)