HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri IIB Catat Kinerja Positif

05 Agustus 2017 PALEMBANG, SRIPO – Setelah lima bulan mulai beroperasi, kinerja Pabrik baru PT Pupuk Sriwdjaja (Pusri) Palembang, Pusri IIB menunjukkan kinerja yang postitif. Hal ini terlihat dari realisasi produksi pupuk Pusri IIB di semester I/2017 yang mencapai rata-rata 100 persen.

“Kinerja semester I, lima bulan terakhir Pusri II B realisasi produksi diatas 100 persen. Untuk rate Amoniak sudah capai 108 persen dan Rate Urea 110 persen. Bahkan, produksi malah sudah komersil atau dipasarkan untuk umum,” ujar Direktur Produksi PT Pusri Palembang, Filius Yuliandi, Jumat (4/8/2017)

Walau tak menyebutkan secara detil besaran Pupuk yang dihasilkan dari produksi Pusri IIB di semester I, Filius mengungkapkan bahwa penyaluran pupuk tetap sesuai mengikuti ketentuan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdangangan untuk Penyaluran pupuk bersubsidi. Saat ditanya mengenai jadwal peresmian Pusri IIB, Ia mengatakan bahwa saati ini pihak manajemen telah menunggu jadwal Presiden Jokowi. Dimana rencananya orang nomor satu di Indonesia tersebutlah yang akan meresmikan pabrik dengan nilai investasi miliaran rupiah tersebut. “Kita masih tunggu jadwal pak Presiden,” ujarnya singkat.

Filius menambahkan, untuk di semester II ini pihaknya fokus pada peningkatan efisiensi dan pembangunan pabrik NPK. Seperti yang diberitakan sebelumnya, pembangunan pabrik baru ini merevitalisasi pabrik yang lama untuk tujuan efisiensi. Kapasitasnya tetap sama tetapi lebih efisien saja sehingga PT Pusri bisa lebih kompetitif. Dengan adanya Pusri IIB khususnya target produksi tahun depan akan lebih tinggi.

Pabrik Pusri IIB dilengkapi dengan teknologi terbaru. Selain ramah lingkungan juga hemat bahan baku gas yakni dengan rasio pemakaian gas per ton produk 31,49 MMBTU / ton Amonia dan 21,18 MMBTU / ton Urea.

Sementara itu, Menteri BUMN, Rini Soemarno yang dijumpai disela-sela kunjungan di Zona 5 LRT Jakabaring, Palembang meminta agar pabrik yang baru tersebut dijaga dengan baik, sehingga dapat terus bersaing ditengah persaingan bisnis yang sangat ketat saat ini. (cr26)