HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri Dirikan Kios Bersama Saluran Pupuk Bersubsidi

21 Oktober 2010  PT Pusri Bengkulu dan PT Petrokimia Gresik mendirikan kios bersama dalam penyaluran pupuk bersubsidi kepada para petani di Provinsi Bengkulu.

Manajer PT Pusri Cabang Bengkulu Syamsir Akrom Senin mengatakan, pembentukan kios bersama antara PT Pusri dengan PT Petrokimia Gresik ini dimaksudkan untuk memperlancar penyaluran pupuk bersubsidi kepada para petani di daerah itu.

Sebab, pada 2010 penyerapan pupuk bersubsidi baik milik PT Pusri maupun PT Petrokimia Gresik di Bengkulu tidak berjalan sesuai yang diharapkan pemerintah.

"Sekarang daya serap pupuk bersubsidi oleh petani di Bengkulu masih rendah. Karena itu, perlu dilakukan terobosan agar pupuk bersubsidi dapat disalurkan dengan baik kepada petani di daerah itu," ujarnya.

Syamsir mengatakan, dengan adanya kios bersama ini para petani di Bengkulu yang akan membutuhkan pupuk dengan mudah mendapatkanya di pasaran.

Dengan demikian, kebutuhan pupuk para petani di Bengkulu dapat diatasi dengan baik, sehingga tanaman mereka dapat tumbuh subur dan ketika dipanen hasilnya dapat mencapai angka maksimal sesuai yang diharapkan.

Ia mengatakan, pos penyaluran pupuk bersama ini akan didirikan di seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bengkulu. Dengan demeikian, ketersediaan pupuk di Bengkulu akan merata, sehingga petani tidak kesulitan mendapatkannya di kois-kios pertanian di daerah itu.

Selain itu, dengan adanya kios pemasaran bersama ini harga pupuk di tingkat pengecer tidak dipermainkan pedagang, seperti yang sering dikeluhkan petani Bengkulu.

"Kami jamin dengan adanya kios pemasaran bersama ini, stok pupuk di kios tersedia setiap saat dan harganya sesuai ketentuan pemerintah," ujarnya.

Syamsir mengatakan, pada 2010, Provinsi Bengkulu mendapat alokasi pupuk urea bersubsidi dari pemerintah sebanyak 22.000 ton. Pupuk sebanyak ini untuk petani di 10 kabupaten/kota di Bengkulu.

Namun tidak dijelaskan sudah berapa persen pupuk bersubsidi itu yang sudah diserap petani Bengkulu. Sebab, belakangan secara nasional penyerapan pupuk bersubsidi masih rendah, termasuk di Bengkulu.
(ma/MA/ant)