HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri Bangun Pabrik Cluster Rp 5 Triliun

21 September 2010 Palembang, BP
Untuk meningkatkan produksi, PT Pupuk Sriwidjaja ( Pusri ) rencananya membangun satu pabrik baru di kawasan Tanjung Api-api ( TAA ), yakni pabrik Pupuk Cluster Regional Sumatera. Untuk pembangunan pabrik, Pusri menanamkan investasi Rp5 triliun.

Selain itu, Pusri juga merevitalisasi dua pabrik yang sudah tua dan boros yakni pabrik Pusri IIB dan Pusri IV yang umurnya mencapai 36 tahun. Dengan begitu, diharapkan produksi pupuk yang selama ini hanya 1.700 ton per hari bisa meningkat menjadi 15.000 ton per hari.

“Pembangunan pabrik Cluster Industri atau turunan dari pupuk Pusri dikawasan TAA untuk region Sumatera sangat menjadi prioritas bagi kita. Pembangunan pabrik tersebut diharapkan dapat meningkatkan pada proyek 2011 dengan dana investasi murni dari PT Pusri mencapai Rp 5 triliun,” ujar Dirut PT Pusri Arifin Tasrif, usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di Griya Agung Palembang, awal pekan ini.

Nantinya, di pabrik cluster Sumatera tersebut, menurut Arifin, akan menghasilakan turunan dari Pupuk urea seperti NPK, pospor Acid dan lainnya. Dengan begitu, pabrik tersebut dapat melayani penyediaan Pupuk untuk bagian Sumatera seperti Aceh, Medan, Padang, Lampung, Jambi, Bengkulu dan lainnya. Namun, untuk pengembangan pabrik tersebut pihaknya sangat membutuhkan gas untuk bahan bakar baik itu dari PT Pertamina maupun dari Medco.

“Kebutuhan gas untuk pembangunan pabrik tersebut mencapai 80 MSCFd per harinya, dengan hasil produksi mencapai 1.700 ton perhari. Akan tetapi dengan pembangunan di TAA ini pihaknya berharap gas bumi dapat di pasok mencapai 4 TSCF agar produksi dari 2 juta ton perhari bisa mencapai 4 juta ton perhari,” bebernya.

Kemudian untuk revitalisasi pabrik Pusri IIB dan IV yang belada di kalidoni Palembang, di beberkan Arifin, akan di lakukan bertahap. Dimana, saat ini pihaknya telah mendapatkan bahan yang akan di lakukan perbaikan. Dengan begitu, minimnya kapasitas, pemborosan dan kecilnya hasil produksi dapat kembali di tingkatkan.

”Kalau ini bisa diperbaiki dengan cepat. Kita bisa melakukan produksi raksasa dengan syarat bahan bakar bertambah seperti gas dan batu bara,” ungkapnya. Arifin membeberkan, pabrik Pusri ini bisa beroperosi lebih lama jika gas yang dibutuhkan terjamin.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, untuk kelanjutan beroperasinya pupuk Pusri pihaknya telah berjuang keras agar pasokan gas terjaga.

”Kita tidak ingin bergerak lamban. Untuk itulah, kita harapakan pada 2014 semua pembangunan di TAA dapat selesai. Apa lagi, saat ini cadangan batu bara kita sudah akan di angkut melalui kereta api double track dari Tarahan-TAA untuk bahan bakar Smelter Nalco,” katanya.

Kepala BPMD Sumsel Pemana menambahkan, proyek pembangunan pabrik PT Pusri tersebut merupakan proposal tahun 2009 lalu. Dimana, pada tahun 2011 mendatang, Pusri sudah akan melakukan pembangunan fisik karena menungguh bahan bakar gas agar bisa operasional.

”Investasi yang mereka tanam mencapai RP 5 triliun. Kita harapkan dengan adanya pabrik Pusri tersebut Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) TAA dapat benar-benar berjalan. Apalagi, Sumsel juga sudah ditetapkan sebagai kawasan industri yang berada di TAA,” beber Permana. Ian.