HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pupuk Kaltim & Pusri Gandeng Jordan Phospate

04 Nopember 2010 JAKARTA: PT Pupuk Sriwidjaja dan PT Pupuk Kalimantan Timur menggandeng Jordan Phospate Mine Company, perusahaan tambang fosfat Yordania, untuk membangun tiga pabrik pupuk majemuk senilai US$900 juta.

Direktur Utama Pusri Arifin Tasrif mengatakann 30% pendanaan investasi itu atau sekitar US$270 juta berasal dari internal dan 70% dari perbankan. Adapun 30% dana internal itu akan dibagi rata antara Jordan Phospate dan Pusri serta Pupuk Kaltim,"katanya kemarin.

Kerja sama itu akan membangun tiga pabrik pupuk majemuk atau NPK (nitrogen, fosfat, kalium) dengan kapasitas masing-masing 1 juta ton per tahun. Pabrik itu akan dibangun di Gresik (Jawa Timur), Bontang (Kalimantan Timur), dan Tanjung Api-Api (Sumatera Selatan).

Saat ini, lanjut Arifin, kapasitas produksi pupuk perseroan hanya 2,2 juta ton per tahun. Pembangunan tiga pabrik berkapasitas 3 juta ton per tahun itu akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 5,2 juta ton per tahun.

Kerja sama pembangunan pabrik NPK itu merupakan perkembangan baru dari kerja sama antara Pupuk Kaltim dan Petrokimia Gresik dengan Jordan Phospate dalam pengadaan bahan baku fosfat.

Kepastian suplai fosfat penting untuk mendukung peningkatan produksi dan pemasaran pupuk NPK, menyusul ekspansi Pupuk Kaltim yang mendirikan pabrik NPK di Bontang dan Medan, Sumatera Utara.

Pupuk Kaltim telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjajaki kerja sama pengadaan bahan baku NPK dengan Jordan Phospate. Bahan baku yang diimpor dari Yordania di antaranya rock phosphate (batu fosfat), kalium chlorine (KCl), monoammonium phosphate (MAP).

Perseroan telah merealisasikan investasi US$14,2 juta unutk membangun dua unit pabrik NPK fused blending berkapasitas 200.000 ton dengan investasi US$50 juta, bekerja sama dengan PT Perkebunana Nusantara (PTPN) IV dan V.

Pendirian tiga unit pabrik NPK tersebut menjadi bagian dari rencana Pupuk Kaltim membangun lima unit pabrik NPK teknologi fused blending berkapasitas masing-masing 1 juta ton per tahun yang ditargetkan rampung 3-4 tahun ke depan.

Potensi besar

CEO Jordan Phospate Walid Kurdi menilai potensi pasar di Indonesia sangat besar sehingga menjadi salah satu pertimbangan untuk bekerja sama dengan pihak Indonesia.

"Kerja sama ini dalam bentuk usaha patungan. Kami percaya iklim investasi di Indonesia bagus dan negara ini memiliki fasilitas perlindungan investor. Pasarnya juga potensial," ujarnya.

Dia menambahkan pembangunan pabrik ini diharapkan selesai pada 2015. "Untuk membangun pabrik ini butuh waktu 30 bulan. Jadi diharapkan bisa selesai pada 2015", katanya.

Sementara itu, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan kerja sama tersebut untuk pengembangan industri pupuk dan memenuhi kebutuhan komoditas itu di dalam negeri.

"Hasil produksi pabrik pupuk itu untuk memnuhi kebutuhan di dalam negeri. Jika ada kelebihan, bisa disalurkan ke negara tetangga, seperti Malaysia dan Filipina, " kata Mustafa.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Hidayat Nyakman mengatakan perseroan akan menjajaki sejumlah sumber pendanaan guna membiayai pengembangan sejumlah pabrik yang diperkirakan mencapai Rp.5 triliun.

"Opsi pertama adalah mencari pinjaman dari bank lokal atau bank asing. Sejauh ini banyak yang menawarkan pinjaman kepada kami," ujarnya.

Selain pinjaman, perseroan membuka opsi untuk menerbitkan obligasi. Namun, hingga saat ini pihaknya masih mengkaji opsi pendanaan yang paling murah. Jika opsi ini yang dipiliih, jumlah surat utang yang diterbitkan bisa mencapai Rp.1 triliun.

Beberapa proyek pengembangan yang masih membutuhkan dana diantaranya pabrik Pupuk Kaltim V, boiler, dan pembangunan pelabuhan.

Pendanaan itu juga untuk membiayai pamebangunan pabrik pupuk NPK yang melibatkan Pusri dan Jordan Phospate. (05/Hery Lazuardi)