HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pemerintah Bentuk PT Agro Kimia Indonesia

19 Agustus 2008 Pemerintah membentuk holding (induk usaha) BUMN Pupuk yaitu PT Agro Kimia Indonesia yang membawahi lima anak perusahaan yaitu PT Pusri, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Pupuk Kujang, PT Petro Kimia Gresik dan PT Pupuk Iskandar Muda.

"Holding pupuk PT Agro Kimia Indonesia resmi beroperasi pekan depan, tinggal menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BUMN Pupuk," kata Sekretaris Menneg BUMN Said Didu di Jakarta, Senin (18/8).

Menurut Said, pembentukan holding BUMN Pupuk sebagai salah satu langkah pemerintah mengatasi masalah yang dihadapi industri pupuk nasional, selain juga dapat mengatasi pasokan gas.

"Holding BUMN Pupuk nantinya fokus pada masalah investasi, produksi, pemasaran dan distribusi pupuk terutama dalam rangka program pupuk subsidi," katanya.

Selain menjadikan BUMN Pupuk sebagai perusahaan kelas dunia dalam industri pupuk, petrokimia dan jasa-jasa teknik melalui maksimasi nilai perusahaan, juga mendukung program ketahanan pangan nasional.

"Kelangkaan pupuk di sejumlah tempat adalah akibat dari tidak terjadinya sinergi produksi maupun distribusi di antara BUMN Pupuk," tuturnya.

Untuk tahap awal ujarnya, tugas holding adalah mengupayakan pendanaan revitalisasi empat pabrik pupuk yang sudah berusia tua atau di atas 30 tahun yaitu tiga unit pabrik di Pusri dan 1 pabrik di Pupuk Kalimantan Timur.

"Saat ini empat pabrik harus direvitalisasi, sehingga membutuhkan strategi investasi yang bersinergi satu sama lain sehingga mendapatkan pendanaan yang maksimal," kata Said.

Meski begitu ia tidak merinci berapa besar nilai perusahaan setelah dijadikan holding, termasuk nilai aset dari ke lima BUMN Pupuk tersebut. Sesungguhnya, pembentukan holding BUMN Pupuk tersebut sudah dilakukan ketika Kementerian BUMN dibawah Menneg BUMN Sugiharto dan bertindak sebagai holding atau induk perusahaan yaitu PT Pusri.

"Dulu itu holding-holdingan karena haram hukumnya jika anak perusahaan bertindak sebagai induk," kata Said.

Lebih lanjut dijelaskan, selain fokus pada investasi dan distribusi pupuk PT Agro Kimia Indonesia juga mengembangkan produksi herbisida, pestisida termasuk produksi pupuk kompos yang mendukung industri pertanian," katanya.