HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pembangunan Pipa Gas Bumi Grissik-PUSRI Diresmikan

31 Agustus 2017

KOMPAS.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Arcandra Tahar meresmikan pembangunan pipa gas bumi Grissik-PUSRI di komplek PT Pupuk Sriwijaya (PUSRI) Palembang, Selasa (29/8/2017). Pipa gas bumi open access Grissik-PUSRI tersebut akan digunakan PT. Pertamina Gas untuk mendistribusikan kebutuhan gas PT Pusri.


Rencananya, pipa Gas Grissik – PUSRI dibangun sepanjang 176 km dan berdiameter 20 inchi. Saluran gas bumi itu dimulai dari Grissik Gas Plant ConocoPhillips (COPI) di Kabupaten Musi Banyuasin hingga ke Plant PUSRI di Kota Palembang. Gas bumi untuk ruas tersebut berasal dari dari Lapangan Grissik COPI. Pipa Grissik-PUSRI akan mengalirkan gas ke PUSRI sebesar 30 MMSCFD pada 2018 sebagai early gas. Selanjutnya, gas yang dipasok bertambah menjadi 70 MMSCFD pada 2019.


Groundbreaking dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex, Wali Kota Palembang Harnojoyo, serta Direktur Utama PT. Pertamina Gas Suko Hartono. Arcandra Tahar mengatakan, proyek tersebut merupakan bagian dari program pemerintah untuk mewujudkan energi berkeadilan. "Adil bagi pengusaha yakni dalam hal ini PT Pertamina Gas, serta melihat peran pemerintah daerah dan dukungan semua pihak, termasuk PT Pusri sebagai pengguna dari gas tersebut," ujarnya. 


Gas bumi akan digunakan untuk produksi pupuk yang nantinya digunakan petani. Menurut dia, pemerintah telah mengatur besaran harga pupuk melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri). "Selain itu, pemerintah bersama dengan sejumlah pihak akan membahas harga keekonomian yang pas untuk menentukan harga gas tersebut," katanya.


Keadilan ekonomi bagi rakyat 


Alex Noerdin berharap pemerintah pusat, khususnya Kementerian ESDM, lebih memperhatikan daerah. Kabupaten Musi Banyuasin, kata dia, mesti menanggung kerusakan lingkungan akibat eksploitasi gas yang dilakukan selama ini. Lebih dari satu dasawarsa, gas tersebut sudah dikirimkan ke berbagai daerah. Bahkan, gas diekspor ke Singapura. Namun, cadangan gas tersebut suatu ketika akan habis. 


Sebelum cadangan gas di Musi Banyuwasin habis, energi itu harus memberikan manfaat sebesar mungkin untuk Indonesia. Alex mengatakan manfaat ekonomi dari eksploitasi gas bumi harus diprioritaskan untuk masyarakat Musi Banyuasin. "Seperti disampaikan Bapak Wakil Menteri ESDM RI, yakni energi berkeadilan dengan mengutamakan rakyat yang berada di daerah setempat, kami berharap daerah setempat yakni Kabupaten Musi Banyuasin bisa biberi perhatian lebih," katanya. 


Sementara, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex mengatakan, Grissik Gas Plant ConocoPhilips terletak di pelosok Kabupaten Musi Banyuasin. Gas dari Kabupaten Musi Banyuasi telah dikirim ke berbagai wilayah seperti pulau Jawa, Batam, dan Singapura. Beberapa tahun lalu, Dodi membantu PT PUSRI yang kekurangan gas untuk produksi pupuk. Ia pun membukakan akses agar cadangan gas terbesar Kabupaten Musi Banyuasin dapat dimanfaatkan PT PUSRI.


Ia berharap keuntungan dari eksploitasi gas dapat membantu pembangunan infrastruktur di Kabupaten Musi Banyuasin. Selain dana bagi hasil migas, Musi Banyuasin juga membutuhkan dana lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Konsep pembagian hasil berkeadilan, kata dia, tak hanya adil bagi pemerintah pusat tetapi juga adil bagi pemerintah daerah. "Kami siap mendukung progress ini agar berjalan baik, dana bagi hasil jelas kami terima, namun masih banyak tentunya perhitungan yang perlu dipertimbangkan. Mudah-mudahan dapat digunakan untuk pembangunan Kabupaten Musi Banyuasin, termasuk alokasi gas BUMD yang akan mensuplai kebutuhan listrik." katanya.



Penulis : Kurniasih Budi 
Editor    : Kurniasih Budi