HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pembangunan Pabrik Pusri Tetap Sesuai Target

28 Agustus 2012 PALEMBANG (IFT) - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) optimistis pembangunan pabrik urea II B berkapasitas produksi 2.750 ton per hari sesuai jadwal yang ditentukan pada 2013 dan pada 2015 sudah produksi menyusul proses tender pemilihan kontraktor memasuki tahap evaluasi dan diperkirakan November sudah diketahui pemenangnya.

Eko Sunarko, Direktur Utama PT Pusri, mengatakan tiga perusahaan kontraktor konsorsium tengah mengikuti tender, yakni PT Rekayasa Industri dengan Toyo Engineering Corporation (TEC), konsorsium kedua PT Tripatra dengan Samsung Engineering, dan PT Adhi Karya Tbk dengan Huhan.

“Proses evaluasi tender memerlukan waktu yang cukup panjang sebab pabrik yang dibangun harus bisa bertahan hingga 20 tahun ke depan,”ungkap dia kepada IFT, Senin.

Eko menyebutkan pembangunan pabrik urea II B menelan biaya US$ 700 juta dengan menggunakan anggaran internal perusahaan dan pinjaman dana luar, rinciannya, 30% dari equity internal dan 70% sindikasi bank Mandiri, BCA atau BNI.

“Yang jelas soal pendanaan sudah tidak ada masalah. Kami mencari pendanaan yang terbaik, termasuk ada tiga nonperbankan yang siap," jelasnya.

Pabrik lama Pusri, kata dia, usianya sudah mencapai 35 tahun, sehingga termasuk uzur dan boros menggunakan gas. Pabrik urea II B yang akan dibangun diharapkan dapat mengefisiensikan ongkos produksi.

Apalagi, lanjutnya, pada tahun depan harga beli gas dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) sudah mencapai US$ 5,6-5,75 per MMBTU. Saat ini, harga beli gas masih US$ 3,8 per MMBTU.

Untuk pabrik II B, pasokan gas masih menggunakan kontrak dengan Medco dan Pertamina EP, dan kontrak gas dengan Medco akan berakhir, Pusri telah memperpanjang kontrak gas dengan Medco hingga lima tahun ke depan.

“Pasokan gas untuk pabrik baru (II B) tetap melanjutkan kontrak gas lama, yang digunakan untuk pasokan gas Pusri II (pabrik lama) sehingga tidak perlu khawatir,”paparnya.

Zain Ismed, Sekretaris Perusahaan Pusri, menambahkan selain memang kondisi pabrik sudah tua, pembangunan pabrik urea II B merupakan salah satu rencana Pusri membangun empat pabrik baru.

Pembangunan pabrik baru berdasarkan perkiraan perusahaan bahwa di masa mendatang permintaan kebutuhan pupuk meningkat lantaran naiknya permintaan komoditas.

Ismed menambahkan setelah diketahui pemenang tender setidaknya Desember tahun ini sudah melakukan pemancangan (ground breaking). Dan awal tahun pembangunan mulai berjalan serta rampung tiga tahun ke depan sehingga pada 2015 sudah mulai dioperasikan.

Dia berharap pembangunan pabrik II B juga akan membawa dampak positif bagi Sumatera Selatan sebab setidaknya dibutuhkan 2.000 tenaga kerja selama dua tahun berjalan. Sementara tenaga kerja perancangan pabriknya sekitar 300 orang.
Pusri II B yang akan dibangun merupakan pengganti Pusri II merupakan salah satu pabrik tertua di dunia yang berdiri sejak 1974. Berdirinya pabrik baru ini tentunya akan lebih efisien.

Proses tender pembangunan pabrik ini imbuhnya memang memakan waktu yang lama, sebab investasinya sangat besar. Pusri harus berhati-hati untuk memilih memilih kontraktor.

Bahkan mereka juga wajib untuk melakukan konsorsium antara lokal dan asing. Apalagi, yang dibangun harus bagus dan bisa tahan selama 30 tahun. Pembangunan pabrik Pusri juga merupakan salah satu program revitalisasi pabrik pupuk.(*)

Irwan Wahyudi