HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pasokan Gas Aman hingga Tahun 2018

13 Juli 2010 PALEMBANG – PT Pupuk Sriwidjaja akhirnya mendapatkan pasokan gas alam dari PT Pertamina selama lima tahun, mulai 2013-2018, setelah sebelumnya terkatung-katung selama hampir dua tahun, namun, para pemangku kepentingan dipabrik urea itu bertekad tidak terlalu bergantung pada gas alam yang kian sulit didapat.

Dalam waktu dekat, PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) siap menyubsitusi gas alam dengan gas yang dihasilkan dari proses sentesa batu bara sebagai salah satu bahan baku pembuatan urea.

Menurut Direktur Utama PT Pusri Dadang Heru Kodri di Plaembang, senin (12/7), produksi sat ini tergolong aman. Beberapa pekan lalu, pihaknya sudah menandatangani kontrak kerja sama jual-beli gas lam dengan pertamina. Dengan demikian, setiap tahun, produksi urea ditunjang pasokan gas lam sejumlah 6 juta kaki kubik.

”Volume gas alam tersebut tidak hanya dari pertamina, tetapi juga berasal dari PT Medco, ”kata Dadang.
Sebelumnya, pada periode akhir 2008 hingga akhir 2010 direksi PT Pusri berkali kali melontarkan kekhawatiran soal ancaman disektor produksi, terkait ketidak jelasan sikap PT Pertamina dalam hal pembaruan kontrak jual beli gas. Padahal, kontrak gas berakhir awal 2012.

Tentunya kami tidak ingin proses produksi urea terganggu. Pusri bertanggung jawab menjaga stabilitas pangan, ”kata Dadang.

Kerja sama

Manajer Hukum dan Humas PT Pusri Zain Ismed menambahkan, kehawatiran yang dipicu ketidak pastian pasokan gas sudah berulang kali terjadi. Karena itu, Direksi sepakat mencari alternatif bahan baku selain gas alam.

”Dengan mempelajari teknologi di sejumlah negara, alternatif bahan baku adalah batu bara. Untuk kadar kalori tertentu, batu bara di olah sehingga menghasilkan sintesa gas. Gasifikasi batu bara ini merupakan pilihan paling tepat dan sesuai karena di gunakan di negara lain, seperti China, India, dan Arab Saudi,” Ujar Zain.

Keputusan itu sudah di tindak lanjuti dengan di tandatanganinya nota kesepahaman antara PT Pusri dan PT Bukit Asam bersedia mengalokasikan batu bara untuk Pusri. Mengenai volume dan harga belum di bahas.

Selain dengan PT Bukit Asam, PT Pusri mengandeng dua perusahaan Jepang dan Balitbang Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam hal pembangunan pabrik dan mesin gasifikasi batu bara dengan nilai investasi sebesar 60 Juta dollar AS. Paling lambat pada akhir tahun ini pengalihan bahan baku sudah bisa di terapkan. (ONI)