HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Kelangkaan Pupuk Urea di Blora Sudah Dipenuhi PT Pusri

29 Maret 2017
Blora, InfoPublik - Ketua Paguyuban Distributor Pupuk Blora Siti Sholichtun, mengatakan setelah dikhawatirkan ada kelangkaan dan minimnya stok pupuk urea pada pekan lalu, PT Pusri selaku produsen urea bersubsidi sudah mulai menggelontorkan pupuk.
Pengiriman yang dilakukan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang langsung ke masing-masing distributor, khususnya yang saat ini paling banyak membutuhkan alokasi pupuk urea tersebut.
Sudah dikirim dan saat ini sudah ada yang langsung ke masing-masing pengecer,” kata distributor pupuk yang melayani Kecamatan Kunduran dan sekitarnya ini, Jumat (17/3).
Menurutnya di Kecamatan Kunduran memang saat ini banyak tanam padi kembali, sehingga kebutuhan akan pupuk urea juga cukup tinggi. Namun dia mengakui kalau saat ini distribusi pupuk kepada pengecer terkendala pada akses jalan yang buruk.
Terlebih lagi setelah adanya banjir yang melanda beberapa desa di wilayah Kunduran dan sekitarnya. Bahkan dia mengaku kalau sering memperbaiki jalan dengan batu grosok agar pupuk bisa lancar disalurkan.
Lantas dia mencontohkan seperti di jalur Doplang Kunduran yang saat ini kondisinya cukup parah. Dirinya harus memperbaiki jalan itu agar lancar. “Setiap ada pupuk yang dikirim maka langsung dikirim ke pengecer bukan hanya pupuk urea tetapi juga jenis pupuk yang lain,” katanya.
Di Blora sendiri alokasi pupuk urea bersubsidi sendiri mengalami penambahan, dari 43.370 ton menjadi 56.149 ton sesuai dengan validasi dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Hal itu dilakukan agar petani tidak kesulitan mencari pupuk. Lantaran pada tahun ini petani mengalami percepatan musim tanam.
Sementara untuk SP 36 mendapat alokasi 12.770 ton, ZA (14.435), NPK (28.925) dan Organik (16.500).
Untuk urea penambahan sudah diajukan dan disetujui sehingga alokasi bertambah, kalau untuk petrokimia tidak ada penambahan,” kata Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan dan KP) Reni Miharti. (MCBlora/Teguh)