HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Distribusi Pupuk Bersubsidi Sudah 80 Persen

17 Juni 2010 JAKARTA – Realisasi distribusi pupuk bersubsidi, baik urea maupun non-urea, telah mencapai sekitar 80 persen dari alokasi yang ditetapkan pada tahun ini.Penerapan distribusi tertutup dinilai berhasil menekan kebocoran penyaluran pupuk bersubsidi.

“Hingga Mei, alokasi subsidi pupuk urea sebanyak 2,6 juta ton dan realisasinya sudah terserap 1,858 juta ton atau 72 persen dari alokasinya,” kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, di Jakarta, Rabu (16/6). Dia menambahkan, distribusi pupuk bersubsidi nonurea juga telah mencapai 80 persen.“Jadi selama 2010 ini, sekitar enam juta ton sampai dengan Mei sudah tersalur dengan baik. Jadi, seharusnya tidak ada kelangkaan dan kekurangan pupuk,” tutur Mari.

Penerapan sistem distribusi tertutup telah menekan terjadinya kebocoran penyaluran pupuk bersubsidi sehingga realisasi penyaluran tahun ini lebih baik.Tahun ini, Kementerian Pertanian juga sudah melakukan proyek percontohan untuk memberikan subsidi langsung ke petani.

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar mengatakan stok pupuk nasional dalam keadaan surplus sekitar 600 ribu ton sehingga kelangkaan pupuk bisa dihindari.

“Ada kelebihan 600 ribu ton, makanya pabrik pupuk minta ekspor daripada mubazir. Tapi kita ingin agar dipastikan dulu suplai untuk dalam negeri sangat cukup,” tukas dia.

Menurut Mustafa, jika kelebihan pupuk sudah tak tertampung di gudang produsen dan distributornya, keputusan untuk ekspor pupuk akan dibahas dalam rapat tingkat menko. Dia juga mengatakan pemerintah akan mendorong PT Pertamina masuk ke Iran untuk membangun pabrik pupuk di wilayah itu menggantikan PT Pusri. Pasalnya, Pertamina memiliki kerja sama pembangunan kilang di Iran.
Ant/E-2