HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

DEMI WAKTU, PESERTA DIBATASI

21 April 2017 PALEMBANG– Pusri Open XX/2017 diikuti 530 pebulu tangkis. Jumlah peserta lebih banyak dibanding tahun lalu 511 peserta.
 
“Peserta justru kita batasi. Kalau lebih dari 560, pertandingan bisa kelar hingga larut malam atau sampai pukul 24.00 WIB. Kalau peserta hanya 530, pukul 22.00 bisa rampung pada babak penyisihan hari pertama, “ujar Suhardi SE MM, ketua panitia pelaksana usai pembukaan Pusri Open di GOR PB Pusri kemarin.
 
“Satu lapangan bisa kita pakai untuk 25 pertandingan dan kita (PB Pusri) punya 3 lapangan. Kalau untuk kategori anak-anak satu pertandingan bisa makan waktu 20 menit. Jadi target kami harus kelar selama lima hari ini, “ tambah sekretaris PB Pusri ini.
 
Lanjut Hardi, sapaan akrabnya, enam nomor diperlombakan. Mulai dari usia dini (U-11), anak-anak (U-13), tunggal pemula (U-15), dan tunggal remaja (U-17). Kemudian ganda dewasa (usia bebas) serta ganda veteran (usia minimal kelahiran 40 tahun dan usia total maksimal 90 tahun).
 
“Khusus untuk ganda veteran hanya kategori putra saja. Sementara yang lain memperlombakan nomor putra dan putri. Pertandingan berjalan selama lima hari, 24 April final, “jelas dia.
 
Tujuan gelar turnamen tak lain adalah untuk mencari bibit. Perlu diketahui PB Pusri merupakan tempat menempa ilmu M Ahsan mantan juara dunia bulutangkis. Terlebih Pusri Open masuk dalam kalender tahunan PBSI Sumsel.
 
Pesertanya bukan hanya dari Palembang saja. Selain kabupaten dan kota se-Sumsel juga ahdir provinsi tetangga seperti Bangka Belitung, Lampung, Jambi dan Riau.
 
“Kita harapkan dari ajang ini bisa melahirkan atlet andalan Sumsel bahkan Indonesia. Turnamen bulutangkis ini menjadi sarana dalam memasarkan olahraga pada masyarakat. PT Pusri selalu eksis untuk bidang olahraga, tidak hanya bulutangkis saja, tapi juga cabor lain,” terang GM Umum PT Pusri, Ir Troy Mega Putra.
 
Kadispora Sumsel, Ahmad Yusuf Wibowo mengatakan turnamen yang digelar PT Pusri salah satu pembinaan dari usia dini. Untuk dapat melahirkan atlet berkualitas, memang butuh banyak turnamen.