HALO PUSRI 0800-12-000-11
Mass Media

Pusri Tekan Biaya Produksi

August 23 ,2016

Palembang, BP

PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) Palembang menanti penurunan harga gas untuk industri karena dinilai member manfaat besar dalam menekan biaya produksi perusahaan.

Direktur Teknik dan Pengembangan PT Pusri Palembang Listyawan Adi P mengatakan, pihaknya masih membeli gas alam dengan harga berkisarr 6,14 dolar AS/MMBtu. “Penurunan harga gas sedang diupayakan pemerintah dalam waktu dekat ini, mudah-mudahan kami juga dapatkan penurunan harga tersebut,” kata dia usai upacara peringatan HUT Ke-71 RI di Palembang, Rabu (17/8).

Listyawan menjelaskan, idealnya harga gas untuk industri pupuk senilai 5 dolar AS MMBtu hingga 4 dolar AS MMBTU. Dia menghitung jika harga gas bagi industri pupuk bisa turun menjadi 5,7 dolar AS MMBTU maka perseroan bisa menekan biaya sekitar 5% dari kondisi harga yang berlaku saat ini.

Efisiensi atau penghematan itu sangat bergantung pada berapa insentif yang diberikan pemerintah. Misalnya diberikan pada harga 6 dolar AS maka harga yang kami beli semula 6,14 dolar AS bisa jadi 5,8 dolar AS,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika rencana penurunan harga gas industri itu terealisasi maka sesuai keputusan Presiden akan berlaku surat mulai Januari 2016. Produsen pupuk merupakan industri yang sangat mengandalkan gas karena merupakan bahan baku utama dalam pembuatan pupuk.

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) harga gas industri pupuk dan petrokimia nasional berkisar 6,28 dolar AS MMBTU. Gas sendiri merupakan komponen utama dalam struktur biaya produksi industri itu yang mencapai hingga 70 persen.

Sementara itu, Direktur Komersil PT Pusri Palembang M Romli HM mengatakan, penurunan harga gas akan berdampak positif bagi industri pupuk, apalagi Pusri sedang membangun pabrik baru Pusri II B, “Gasnya sendiri kami sudah dapat dari Conoco Phillips, sudah melakukan penandatanganan kontrak sehingga harganya masih sesuai harga kontrak,” katanya.

Pabrik Pusri IIB juga akan mendapat pasokan gas dari Pertamina EP, Medco Energy dan Pertamina Gas (Pertagas) sebanyak 85 MMSCFD. Sebelumnya Direktur Utama PT Pusri Palembang Mulyono Prawiro mengatakan, total konsumsi gas bumi yang dibutuhkan perseroan untuk menjalankan empat pabrik adalah sebesar 242 MMSCFD.

Adapun untuk pabrik baru yang ditarget beroperasi penuh pada Oktober 2016, perseroan akan menerapkan teknologi baru juga dapat menghemat bahan baku gas.