HALO PUSRI 0800-12-000-11
Mass Media

PUSRI MULAI JAJAKI PERKEBUNAN SAWIT

December 27 ,2017
PALEMBANG, TRIBUN – Dalam rangka mendukung pengembangan dan peningkatan produktivitas di sektro perkebunan kelapa sawit dan karet dengan menggunakan produk-produk Pusri, PT Pusri Palembang, melaksanakan kerjasama dalam bidang penelitian dan demplot dengan PT Sentosa Mulia Bahagia (SMB), yang dilaksanakan di Auditorium Musi Diklat, Selasa (26/12).

PT SMB merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit dan karet. Sebelumnya PT Pusri Palembang telah bekerjasama dengan perusahaan ini dalam bidang transaksi jual beli pupuk dan produk petrokimia lainnya, baik pembelian langsung maupun melalui distributor.

Hadir pada acara ini Direktur Utama PT SMB, KMS H A Halim didampingi stafnya dan Direktur Komersil PT Pusri Palembang M Romli HM, beserta jajaran manajemen lainnya.

Sebagai bentuk layanan PT Pusri Palembang terhadap pelanggan, Pusri memberikan jasa after sales service dan pembinaan demplot, salah satunya di perkebunan kelapa sawit dan karet milik PT SMB.

Demplot ini telah dilakukan pada 4 lokasi antara lain Sungai Lilin berupa tanaman Komoditi Sawit dan Karet, perbatasan Rawas Hilir berupa Sawit dan Karet dengan luas masing-masing 0,5 hektare dan telah dilaksanakan pengambilan sampel tanah dan daun.

Setelahnya akan dilakukan rekomendasi pemupukan untuk 1 tahun mendatang. Selain komoditi karet dan kelapa sawit PT Pusri Palembang juga telah melakukan demplot tanaman kopi di Kecamatan Kota Agung dan Kecamatan Gumay Ulu Kabupaten Lahat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat dengan luas masing-masing sebesar 1 hektar.

Melalui kerjasama dengan PT SMB ini dapat memberikan win win solution bagi kedua perusahaan dan dapat membantu meningkatkan hasil produksi tanaman sawit dan karet PT SMB. PT Pusri Palembang sebagaimpenyedia produk pupuk dan produk petrokimia serta kimia lainnya juga selalu melakukan inovasi dan diversifikasi produk agar perusahaan mampu bertahan di tengah tantangan yang tengah dihadapi sekarang.

“Mudah-mudahan ini jadi tonggak sejarah kerjasama, dengan pihak perkebunan lainnya dalam upaya meningkatkan produksi hasil perkebunan yang ada. Pusri punya produk untuk meningkatkan produksi perkebunan, dan disini ada pihak perkebunan lain sehingga mengetahui secara benar emupukan,” bebernya.

Dijelaskan Romli, adanya Demplot nanti, petani dan perusahaan perkebunan lokal bisa mengetahui secara benar proses pemupukan. “Jadi, kalau cara pemupukan benar pasti hasilnya akan baik dan bagus. Sehingga nanti kita sosialisasikan terus sehingga petani mendapatkan hasil amksimal,” tandasnya.

Ditambahkannya, dengan produksi urea PT Pusri yang mencapai 2,6 ton per tahun, jumlah itu bisa memnuhi kebutuhan lokal (Sumsel) dan wilayah Sumbagsel, serta Sumatera Utara.

“Produksi Pusri sekitar 2,6 juta ton per tahun untuk urea, subsidi dalam negeri 1,3 juta ton yang diperintahkan pusat. Jadi kalau kebutuhan baru saya rasa Pusri cukup untuk memenuhinya,” tandas Romli.

Sementara Direktur Utama PT SMB tak menampik jika selama ini dirinya yang merupakan pengusaha pribumi bersama perkebunan lokal dan masyarakat banyak terbuai dari penawaran pupuk urea impor selama ini, namun hasilnya tidak sesuai harapan. Padahal di Palembang sendiri terdapat industri dan pabrik pupuk urea terbesar. (arf)