HALO PUSRI 0800-12-000-11
Mass Media

Progres Pembangunan Pabrik Pusri II-B 85 Persen

April 16 ,2015 Palembang (Antara) - Progres pembangunan pabrik Pupuk Sriwijaya II-B pada awal April 2015 telah mencapai 85 persen sehingga manajemen perusahaan menargetkan pengoperasian pada November mendatang.

Direktur Utama PT Pusri Musthofa di Palembang, Kamis, mengatakan proyek pembangunan pabrik ini sudah merampungkan pekerjaan kontruksi sipil, pemasangan listrik dan sejumah alat instrumen.

"Saat ini sedang pekerjaan pemasangan pipa, sedangkan air untuk utilitas sudah mulai beroperasi. Mudah-mudahan sudah bisa `start up` pada November karena tidak ada masalah lagi," kata Musthofa yang diwawancarai seusai meresmikan penyaluran dana CSR kepda 10 rumah tahfidz Alquran.

Ia menerangkan proyek pembangunan pabrik Pusri II B ini sempat mengalami kendala sejak pencanangan program revitalisasi pabrik pada 2007.

Pendanaan, menurutnya, yang menjadi kendala utama mengapa proyek ini baru dimulai pada 2012 atau tepatnya setelah menerima kredit dari sejumlah bank.

Sebanyak tujuh bank nasional sepakat memberikan pinjaman senilai Rp7,4 triliun. Ketujuhnya adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Jabar Banten, Bank Sumsel, Bank Central Asia (BCA), dan PT Bank UOB Indonesia.

Seperti dikutip di situs resmi www.pusri.co.id diketahui pabrik Pusri II-B ini akan mengganti Pabrik Pusri-II dengan menggunakan teknologi KBR Purifier Technology untuk Pabrik Amonia dan teknologi ACES 21 milik TOYO dan Pusri sebagai Co Licensor untuk Pabrik Urea.

Kapasitas Pabrik Amonia 2.000 ton per hari (660.000 ton per tahun) dan kapasitas Pabrik Urea 2.750 ton per hari (907.500 ton per tahun).

Dengan digantinya Pabrik Pusri II (existing) yang memiliki kapasitas 450.000 ton per tahun, maka jika nantinya pabrik Pusri II-B mulai beroperasi akan menambah produksi sebesar 457.500 ton per urea per tahun, sehingga total produksi urea Pusri menjadi 2,61 juta ton per tahun.

Pabrik Pusri II-B dengan teknologi baru, selain ramah lingkungan juga hemat bahan baku gas yakni dengan rasio pemakaian gas per ton produk 31,49 MMBTU/ton Amonia dan 21,18 MMBTU/Ton Urea.

Jika dibandingkan dengan Pabrik Pusri II (existing) yang memiliki rasio pemakaian gas per ton produk 49,24 MMBTU/Ton Amonia dan 36.05 MMBTU/Ton Urea maka akan dihemat pemakaian gas sebesar 14,87 MMBTU per ton urea.

"Dengan dibangunnya Pusri II-B ini, diharapkan PT Pusri dapat berkontribusi lebih besar pada peningkatan produksi pangan dalam mendukung ketahanan pangan nasional," kata Musthofa.

Editor: Parni