HALO PUSRI 0800-12-000-11
Mass Media

PORSI PENYALURAN PUPUK SUBSIDI TETAP

December 26 ,2017
PALEMBANG, SRIPO – Untuk tahun 2018 mendatang, PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) berkomitmen untuk terus meningkatkan penyaluran pupuk bersubsidi, seperti urea dan NPK ke para petani yang membutuhkan. Porsinya pun kurang lebih sama seperti tahun 2018.

Hal itu diungkapkan, Direktur Utama Molyono Prawiro usai Upacara HUT PT Pusri ke 58 Tahun, Sabtu (24/12) kemarin. “Target dan besaran jumlah pupuk bersubsidi yang didistribusi akan tetap sama,” ungkapnya.

Dijelaskan Mulyono disepanjang tahun 2017 ini, Pusri telah menyalurkan pupuk bersubsidi 100 persen, sesuai target yang dicanangkan.

Dimana pupuk urea sebanyak 167.000 ton dan NPK sebanyak 85.000 ton untuk di wilayah Sumatera Selatan.

Dari alokasi pupuk subsidi tersebut, kabupaten OKU Timur merupakan daerah yang paling besar porsi penyalurannya. Hal tersebut tak terlepan karena wilayah tersebut sebagai lumbung beras.

“Untuk memacu pendistribusian pupuk bersubsidi ini, kami mengambil langkah-langkah tepat agar pendistribusiannya tidak untuk petani yang salah. Petani yang menerima memenuhi syarat yang ada,” ujarnya.

Mulyono menjelaskan, untuk penyaluran pupuk di Sumsel sendiri masih menggunakan sistem manual. Belum diberlakukan diberlakukan kartu tani seperti yang diberlakukan di luar Sumatera.

Sementara itu, sebagai evaluasi, dipenghujung tahun 2017 Pusri telah merealisasikan salah satu proyek strategis perusahaan, yaitu dengan memulai pembangunan proyek pabrik NPK Fusion II dengan kapasitas 200.000 ton per tahun. Diharapkan dengan adanya pabrik ini, pusri dapat lebih kompetitif dan sustin kedpannya.

Kemudian, pusri uga telah meluncurkan sebuah inovasi yaitu Matri Tani dan Klinik Tani yang diharapkan dapat membantu petani yang mengalami kesulitan dalam bidang pertanian. (cr26)