HALO PUSRI 0800-12-000-11
Mass Media

Kawasan Pabrik Pusri Disterilkan

October 07 ,2015 PALEMBANG, RP - Akses menuju komplek perkantoran PT Pusri Palembang yang berada di Jl. Mayor Zen, kini mulai diperketat dari sebelumnya. Selain itu, sejumlah bangunna yang diperuntukan untuk masyarakat umum kini sudah direlokasi ke temopat yan baru. Corporate Secretary PT Pusri Palembang, M. Zain Ismed, Rabu (30/9) mengatakan, kebijakan tersebut diambil berdasarkan permintaan dari Polda Sumsel dengan tujuan keamanan dan keselamatan. Dimana sejauh ini relokasi yang dilakukan untuk bangunan sekolah. "Iya, sekolah yang sebelumnya terletak di dalam kompleks perkantoran kini dipindahkan, dengan demikian tidak ada lagi aktivitas belajar mengajar didalam kompleks perkantoran," kata dia saat dikonfirmasi, kemarin.

Dikatakan Ismed, selain aktivitas di sekolah, pihaknya juga telah menghentikan penggunaan gedung serba guna milik perusahaan untuk dipergunakan bagi masyarakat umum. "Kini gedung serba guna juga hanya diperuntukan untuk keperluan karyawan saja," tukasnya.

Kemudian akses keluar masuk komplek perkantoran juga sudah terpisah dengan jalan umum untuk masyarakata umum, lalu area rumah sakit kini juga telah dipagari sehingga tidak langsung terhubung dengan akses masyarakat umum yang sering keluar masuk kompleks perkantoran. "Selama ini kami rasa memang sudah cukup bebas masyarakat umum keluar masuk komplek perkantoran, jadi harus lebih diperketat," terangnya.

Hal ini, kata dia, sebenarnya memang sudah lazim diterapkan di beberapa kompleks perkantoran industri lainnya. "Ya, namanya kawasan industri, jadi tidak semua orang seharusnya bisa beraktivitas disana, hal lain demi keamanan dan keselamatan," tegasnya.

Disinggung mengenai kemungkinan di area tersebut akan kembali dibangun pabrik baru, Ismed mengungkapkan sejauh ini pihaknya belum memiliki rencana pengembangan bisnis tersebut, akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga jika hal tersebut akan dilakukan. "Murni hanya untuk keamanan saja, belum ada rencana area tersebut akan dipergunakan untuk membangun pabrik baru," jelas dia.

Sementara mengenai progres pabrik Pusri II-B, Ismed menyebutkan masih sesuai rencana dan tidak mendapatkan hambatan berarti dalam proses penyelesaiannya. "Hingga kini sudah lebih dari 95 persen, targetnya awal tahun 2016 sudah dapat beroperasional," pungkasnya. (tma)