HALO PUSRI 0800-12-000-11
Pencapaian dan Prospek Usaha












PROSPEK USAHA

Memasuki tahun 2019, perusahaan menghadapi kondisiyang penuh tantangan yang terutama masih terkaitdengan gas bumi. Salah satu tantangan yang dihadapiperusahaan saat ini, yaitu harga gas bumi. Harga beligas bumi perusahaan saat ini lebih tinggi dari hargagas bumi internasional sehingga menyebabkan HPPperusahaan lebih tinggi dibandingkan dengan pesaingdi luar negeri. Disamping itu, harga gas bumi yang dibeliperusahaan dibayar dalam mata uang dolar AS sehinggaapabila terjadi penguatan mata uang dolar AS terhadapRupiah yang disebabkanoleh risiko perekonomian globaldapat meningkatkan HPP amonia dan urea sehinggasemakin mempersulit kondisi perusahaan. Berikut adalahproyeksi perbandingan harga gas bumi internasionaljika dibandingkan dengan harga gas perusahaan:






Di samping tingginya harga beli gas bumi perusahaan,perusahaan masih mengoperasikan pabrik yangkurang efiien, yaitu Pabrik Pusri III dan Pusri IV, yangefiiensi bahan baku gasnya lebih tinggi termasukbiaya pemeliharaannya dibandingkan dengan pabrikdengan teknologi terbaru. Hal-hal tersebut akan akanmendorong HPP amonia dan urea menjadi kurangkompetitif.Meskipun menghadapi sejumlah tantangan, terdapatpula peluang-peluang yang berpotensi memberikankeuntungan bagi perusahaan di tahun 2019 diantaranyaproyeksi meningkatnya harga amonia dan ureainternasional.

Harga amonia dan urea internasionalyang semenjak tahun 2011 menurun sampai tahun2016 mulai mengalami kenaikan tahun 2017 dandiproyeksikan meningkat di tahun 2018 dan berlanjutdi tahun 2019. Harga amonia di Asia Tenggara maupunTimur Tengah diproyeksikan di tahun 2019 meningkatmenjadi 315 USD/Ton dan 310 USD/Ton. Adapun Hargaurea di Tiongkok maupun Timur Tengah diproyeksikandi tahun 2019 meningkat menjadi 290 USD/Ton dan240 USD/Ton.Di samping proyeksi meningkatnya harga amoniadan urea, potensi permintaan pupuk untuk sectorperkebunan diproyeksikan juga meningkat. Luas lahanperkebunan kelapa sawit terutama di Jawa, Kalimantan,dan Sumatera serta Kepulauan Bangka Belitung danRiau diproyeksikan meningkat.

Perkebunan sawit lebihmembutuhkan pupuk NPK dibandingkan urea sehinggadengan proyeksi meningkatnya lahan kelapa sawit akanberpotensi meningkatkan pemakaian pupuk NPK. Selainitu terdapat pula dampak atas strategi KementerianPertanian Republik Indonesia dalam perlindungan,pelestarian, dan perluasan areal pertanian terutama diluar Jawa sebagai kompensasi alih fungsi lahan terutamaJawa salah satunya melalui pencetakan sawah baruseluar 1 (satu) Juta hektar diluar Jawa memberikanpeluang bagi perusahaan untuk memasarkan produk pupuk.

PT Pupuk Sriwidjaja telah menyiapkan diri untuktetap bertumbuh di tengah tantangan dan peluangbisnis yang ada saat ini dengan merumuskan programprogram strategis yang akan dijalanakan di tahun 2019.Perusahaan juga akan mengoptimalkan peroperasianPusri-IIB yang lebih efiien dalam pemakaian gas bumiserta pengoperasian STG & Boiler Batubara sebagaibentuk energy mix melalui pemakaian batubara untukmengurangi pemakaian gas bumi dalam memproduksiamonia dan urea sehingga HPP amonia dan urea perusahaan lebih efiien.

Masih dalam upaya efiiensi pemakaian gas bumi,perusahaan juga merencanakan untuk melaksanakanoptimalisasi pabrik amonia melalui revamp untukmeningkatkan efiiensi pemakaian bahan baku gasbumi yang persiapannya telah dilakukan di tahun 2018.Untuk meningkatkan daya saing, perusahaan akanterus melakukan diversifiasi produk, baik pupuk NPKmaupun produk hasil riset.Perusahaan di tahun 2018telah melakukan pre-marketing produk hasil risetserta melakukan pembangunan pilot plant pabrikpupuk hayati dan mikro yang direncanakan di tahun2019 sudah mulai berproduksi. Disamping itu, untukmendukung diversifiasi produk serta kelangsunganusaha, perusahaan sedang membangun pabrik NPKFusion II dengan kapasitas 2 x 100.000 ton di tahun 2018dan direncanakan selesai di bulan September 2019.