HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Tiga Kapal Pengangkut Pupuk Tak Bisa Berlayar

22 Agustus 2007 Akibat pendangkalan air Sungai Musi, dua unit kapal pengangkut pupuk milik PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) tak bisa berlayar meninggalkan pelabuhan untuk mengangkut pupuk urea bersubsidi ke Pulau Jawa.

?Dua kapal yang masih sandar di dermaga, yakni Kapal Pusri Indonesia dan Kapal Abusamah. Keduanya sudah mengisi pupuk dan tinggal berlayar menuju Pulau Jawa. Untuk Kapal Otong Kosasih yang mengangkut pupuk curah dari pelabuhan PT Pusri kandas di Sungai Musi sejak 15 Agustus lalu. Sampai kini kapal belum bisa berlayar. Diperkirakan kapal baru bisa berlayar pada 24 Agustus 2007 saat air pasang sungai cukup tinggi,? kata Juru Bicara PT Pusri, Djakfar Abdullah.

Kapal Otong Kosasih milik PT Pusri memiliki bobot (DWT) 9.237,40 ton dengan kemampuan angkut sebanyak 13.134,00 ton, saat kandas sedang mengangkut pupuk sebanyak 7.592,7 ton pupuk urea. Sementara itu dua kapal lainnya, Kapal Pusri Indonesia memiliki bobot 11.195,40 ton dengan kemampuan angkut 15.170,00 ton dan Kapal Abusamah memiliki bobot 11.185,50 ton dan kemampuan mengangkut pupuk 15.200,00 ton.

Walaupun distribusi pupuk terganggu, Djakfar mengatakan sampai kini belum ada laporan kelangkaan suplai pupuk ke petani di daerah yang menjadi tanggung jawab PT Pusri.

?Sampai kini belum ada laporan daerah yang kelangkaan pupuk karena stok pupuk urea di gudang PPD (Pemasaran Pusri Daerah) masih cukup, bahkan di beberapa daerah berlebih. Akibatnya gudang yang ada tidak mampu menampung pupuk yang datang,? ujar Djakfar Abdullah.

ARIF ARDIANSYAH