HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Soal Pupuk, Bupati Surati Menteri

15 Pebruari 2008 Kelangkaan pupuk urea yang terjadi di wilayah Kabupaten Cirebon sejak sebulan terakhir, masih terus berlangsung. Padahal saat ini, para petani sedang membutuhkan pupuk untuk memulai masa pemupukan pertama dan kedua.

Jika kelangkaan terus berlanjut, maka produktivitas padi di Kabupaten Cirebon dipastikan akan terganggu. Untuk mengatasi hal tersebut, Bupati Cirebon, Dedi Supardi, melayangkan surat kepada Menteri Pertanian, Anton Apriyantono, juga PT Pupuk Kujang selaku produsen pupuk urea yang menyuplai kebutuhan pupuk di wilayah Kabupaten Cirebon.

Melalui surat tersebut, bupati berharap agar kelangkaan pupuk di wilayah Kabupaten Cirebon dapat segera teratasi. ''Surat tersebut akan saya buat besok (Selasa, 12/1) agar pasokan pupuk ke Kabupaten Cirebon bisa kembali normal,'' kata dia di Cirebon, Senin (11/2).

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Cirebon, Ir Ali Efendi MM, membenarkan bahwa kelangkaan pupuk urea memang masih terus berlangsung di wlayah Kabupaten Cirebon. Menurut dia, kelangkaan pupuk itu telah berlangsung sejak Januari 2008. Berdasarkan informasi dari para distributor, ujar dia, pasokan pupuk dari produsen (PT Pupuk Kujang) memang mengalami keterlambatan.

Ali menyebutkan, kebutuhan pupuk urea di Kabupaten Cirebon pada Januari 2008, mencapai 8.000 ton. Namun, pasokan pupuk dari PT Pupuk Kujang ternyata hanya mencapai 7.000 ton. Sedangkan kebutuhan pada Februari 2008, mencapai 3.000 ton. ''Untuk Febuari malah hingga kini belum dikirim,'' ungkap dia.

Pasokan pupuk urea, menurut dia, saat ini memang sangat dibutuhkan para petani untuk pemupukan pertama dan kedua tanaman padi. Jika pemupukan mengalami keterlambatan, dia khawatir produktivitas padi milik para petani akan terganggu.

Hal tersebut juga dipastikan akan menghambat pencapaian peningkatan produktivitas padi sebanyak lima persen yang dicanangkan pemerintah pusat.

Karenanya, sambung Ali, selain bupati akan melayangkan surat kepada menteri pertanian, Komisi D DPRD Kabuaten Cirebon pun akan datang langsung ke PT Pupuk Kujang. Para anggota DPRD, tutur dia, akan meminta agar masalah pupuk dapat segera di atasi.

Manajer Komunikasi PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC), Arifin yang dikonfirmasi Republika secara terpisah mengatakan bahwa pada 13 Februari 2008 akan datang sebanyak 4.000 ton urea dari Pelabuhan Semarang. ''Itu pupuk dari Pusri. Totalnya 44 ribu ton yang akan datang secara bertahap,'' ujar dia menjelaskan.

Sedang untuk Februari pihaknya akan memasok sebanyak 24 ribu ton dan Maret 20 ribu ton. Pupuk itu, kata dia, didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan sebagian Jateng, Banjar dan Cirebon.