HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Soal Kelangkaan Pupuk Subsidi

25 Agustus 2008 Masril : Menjadi masalah nasional, janji akan koordinasi.

Untuk mengatasi kelangkaan pupuk subsidi yang dialami oleh petani di Bangka Tengah maka Dinas Peternakan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPPKP) akan berkoordinasi dengan prosuden pupuk, yakni Pusri dan Petrokimia.

?Kelangkaan pupuk subsidi memasuki musim tanam memang sering kali terjadi. Sebenarnya bukan saja terjadi di Bangka Tengah, di daerah lain juga demikian, sudah menjadi masalah nasional. Untuk itu kita akan melakukan koordinasi dengan produsen pupuk yakni Pusri dan Petrokimia,? kata Kepala DPPKP Bangka Tengah Masril Senin, ketika bertemu harian ini, Jumat (22/8) siang.

Menurut Masril, pertemuan dengan pihak produsen tersebut juga akan diikuti oleh para petugas penyuluh lapangan (PPL) untuk melakukan sosialisasi.

?Kebutuhan pupuk cukup banyak, tidak hanya pertanian saja yang butuh pupuk, namun perkebunan juga membutuhkannya. Untuk itu kita juga akan mengumpulkan data dari PPL guna mengetahui kebutuhan pupuk bagi petani,? kata Masril seraya mengatakan akan menggelar pertemuan dengan produsen pupuk dan PPL pada hari Senin (25/8) mendatang.

Masril juga mengatakan, untuk mengatasi kelangkaan pupuk anorganik yang terjadi sekarang ini, para petani bisa menggunakan pupuk organik yang tersedia di DPPKP.

?Untuk mengatasi kelangkaan tersebut petani bisa menggunakan pupuk organik yang sebenarnya tidak kalah bagus dengan pupuk anorganik yang sering digunakan selama ini,? ujar Masril.

Lebih lanjut Masril mengatakan, ke depan hendaknya para petani membiasakan diri menggunakan pupuk organik sehingga tidak terlalu bergantung dengan pupuk anorganik serta bisa meminimalisir penggunaannya.

?Sebenarnya petani kita belum terbiasa menggunakan pupuk organik, namun kedepan secara bertahap akan kita anjurkan, karena pupuk organik cukup baik terutama untuk sayur-sayuran. Selain itu bahan-bahan pupuk organik di daerah kita cukup banyak, seperti kotoran sapi,? jelas Masril.