HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Smart Card Tidak Optimal

10 Juli 2008 Kelangkaan pupuk urea bersubsidi yang terjadi di sebagian besar sentra produksi pertanian di Indonesia disebabkan oleh proses sosialisasi distribusi pupuk dengan sistem smart card atau kartu pintar yang tidak optimal. Selain itu, hingga kini mesin untuk menggesek kartu pintar baru dimiliki oleh kios pengecer pupuk bersubsidi yang ada di kecamatan, padahal mesin tersebut harusnya sudah terdistribusi hingga ke kios pengecer pupuk di tingkat kelurahan atau desa.

Demikian disampaikan Direktur Sarana Produksi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian Vudnik Sujono ketika dihubungi SH, Senin (7/7). ?Keberhasilan sistem smart card memang ditentukan oleh proses sosialisasi selama taraf uji coba Januari hingga Desember tahun lalu di enam kabupaten,? katanya.

Vudnik mencontohkan di kabupaten Sleman dan Batang proses uji coba Smart Card ada yang dapat berjalan dengan baik, namun ada yang tidak. Dia mengakui tidak optimalnya sistem smart card karena nomor pin tidak mudah diingat oleh petani atau habisnya kertas cetaknya.

?Memang, ditemui ada kelompok tani yang lupa pinnya sehingga tidak bisa melakukan transaksi dan masalah tersebut tidak sempat diproses. Sementara itu, kartu dipegang oleh Ketua Gabungan Kelompok Tani atau Ketua Kelompok Tani,? jelas Vudnik.

Terkait dengan itu, menurutnya menteri pertanian dan para produsen pupuk telah melakukan evaluasi sebulan lalu. Beberapa solusi langkah yang akan diambil, tegas Vidnik seperti petani dan kelompok tani tetap bisa mengambil jatah pupuk yang ada di kios pengecer.

Selain itu, lanjutnya Pusri Holding yang terdiri dari PT Pupuk Kujang, dan PT Pupuk Pusri pada 1 Juli lalu telah melakukan sosialisasi RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) di provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga desa. ?Para produsen pupuk tersebut akan menggerakan distributor dan petugas penyuluh untuk RDKK,? ujar Vudnik.

Ia menargetkan pada 1 Januari 2009 seluruh wilayah penyaluran pupuk subsidi telah melakukan sistem RDKK untuk perencanaan kebutuhan dan penyaluran pupuk bersubsidi, di samping sistem smart card. ?Jadi ada dua model, yaitu RDKK dan smart card, dan nantinya akan dilihat mana yang lebih murah dan efisien,? tandasnya.