HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Smart Card Puri Tani di Launch

16 Januari 2009 Banyuasin Daerah Uji Coba.
PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) secara resmi me-launch smart card Puri Tani. Kartu kredit untuk penebusan pupuk bersubsidi 2009, diluncurkan di Graha Sedulung Setudung Pangkalan Balai, Banyuasin, kemarin.

General Manager Pemasaran PT Pusri, H Romli HN, didampingi Manager Pemasaran Wilayah I, Effendi Rofie dan Area Manajer PPD Sumsel, Sulfa Ganie mengatakan, Kartu Puri Tani ini sebagai jaminan penyaluran pupuk bersubsidi. ?Sehingga distribusinya tepat sasaran,? ujarnya, kepada para wartawan, kemarin.

Selain itu, lanjut dia, mengantisipasi penyelewengan harga. Karena sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp60 ribu/karung. ?Disamping juga memberi pengetahuan sekilas mengenai bank kepada para petani,? tuturnya.

Penggunaan kartu ini, jelas Romli, dengan cara kelompok tani yang telah memiliki Rencana Devinitif Kebutuhan Kelopmpok (RDKK) membuka rekening tabungan di BRI. Kemudian, masing-masing petani yang terdaftar, menebus pupuk dikelompok tani tersebut. ?Alokasi sesuai daftar yang sudah diberikan. Penebusan pupuk bisa dicicil berdasarkan kebutuhan petani,? tukasnya.

Sementara Kepala Divisi BUMN BRI, Dwi Agus Pramudya mengatakan, kartu Puri Tani sebagai bentuk layanan baru pihaknya, yang menyasar segmen pertanian. ?Sehingga semakin lengkap segmen yang kami rangkul. Kami berharap kartu Puri Tani ini menjadi solusi tepat dalam pendistribusian pupuk bersubsidi PT Pusri,? katanya.

Peluncuran kemarin disaksikan Bupati Banyuasin, Amiruddin Inoed. Orang nomor satu di Banyuasin ini mengatakan, Banyuasin merupakan satu dari dua kabupaten di Sumsel yang memiliki kontribusi terhadap swasembada beras Sumsel. ?Banyuasin menyumbang sekitar 25-30 persen beras di Sumsel. Jadi sangat tepat dijadikan daerah percobaan kartu Puri Tani ini,? ucapnya.

Lebih lanjut Amiruddin meminta, agar BRI bisa lebih dekat dengan membangun kantor cabang atau kantor di daerah Banyuasin. ?Penghasilan petani disini (Bayuasin) lumayan besar. Potensi bagus bagi BRI jika membuka kantor disini,? tukasnya.

Pun begitu dengan PT Pusri. Amiruddin menginginkan agar PT Pusri menambah alokasi pupuk bersubsidi di Banyuasin. ?Karena setelah ditelusuri, dosisi pupuk untuk padi sawah masih kurang. Selama ini baru mencapai 113 kg./ha/tahun. Padahal keperluan sekitar 150?200 kg/ha/tahun,? tandasnya.

Jika tidak ditingkatkan, lanjutnya, dikhawatirkan trand produksi berkurang. ?Saya selalu ketar-ketir kalau petani sudah bicara pupuk,? pungkasnya. Sehingga, tahun depan, pihakny berencana menyusun RDKK baru yang lebih kompleks sesuai dosis pupuk perhektar.