HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Rakor PKBL BUMN Wilayah Provinsi Sumsel

13 April 2010 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selain melakukan kegiatan usaha yang menghasilkan laba, juga mempunyai tanggung jawab sosial terhadap masyarakat dan lingkungan atau yang dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR). Untuk itulah sebanyak 32 BUMN yang beroperasi di Sumatera Selatan mengikuti Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

PKBL merupakan program pembinaan usaha kecil dan pemberdayaan kondisi lingkungan oleh BUMN melalui pemanfaatan dana dari sebagian laba BUMN. Jumlah penyisihan laba untuk pendanaan program maksimal sebesar 2 % (dua persen) dari laba bersih untuk Program Bina Lingkungan.

Saat ini dari 32 BUMN yang beroperasi di Sumsel, 3 diantaranya berkantor pusat di Sumsel yakni PT Bukit Asam (PTBA), PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), dan PT Semen Baturaja, sisanya hanya berkantor cabang. Pusri ditunjuk sebagai Koordinator BUMN Pembina PKBL Wilayah Provinsi Sumsel periode 2009 – 2012 berdasarkan surat Meneg BUMN No: SE-01/MBU.S/2009.

Sebagai Koordinator yang ditunjuk langsung, Pusri berupaya mengemban tugas dengan baik. Mengingat pentingnya kerjasama dan koordinasi yang baik antar BUMN maka Pusri mengadakan Rapat Koordinasi PKBL BUMN Wilayah Provinsi Sumsel bertempat di Graha Pupuk Sriwidjaja (13/4).

Acara yang dibuka oleh Direktur SDM & Umum Pusri, Djafarudin Lexy S, SE,MM ini diharapkan semakin meningkatkan kerjasama dan kebersamaan anggota BUMN. Menurut Lexy, PKBL merupakan kegiatan yang sangat penting, karenanya diperlukan kerjasama dan koordinasi antar BUMN di Sumsel dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat Sumsel. “Apabila peningkatan usaha kecil dilakukan hanya oleh satu BUMN saja maka hasilnya tidak akan berkembang secara signifikan, akan tetapi jika dilakukan secara bersama-sama maka akan terjadi peningkatan ekonomi yang bersifat nasional” papar Lexy.

Bentuk Program Kemitraan antara lain pemberian pinjaman untuk modal kerja, pinjaman khusus bagi UMK yang telah menjadi binaan yang bersifat pinjaman tambahan dalam rangka memenuhi pesanan dari rekanan usaha UMK binaan, program pendampingan dalam rangka peningkatan kapasitas UMK binaan dalam bentuk bantuan pendidikan/pelatihan, pemagangan dan promosi.

Ditambahkan oleh Bambang Subiyanto, GM Umum Pusri sekaligus Ketua Forum, jika BUMN bersatu maka dampak positifnya juga akan sangat berpengaruh bagi daerah. “Tujuan program ini adalah membantu pengusaha kecil di Sumsel dan hal ini sudah real dilaksanakan, hasilnya semakin banyak pengusaha kecil sumsel yang mandiri saat ini”. (humas/Rie)