HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri Targetkan Peningkatan Produksi 20 Persen

05 Januari 2009 Produsen pupuk PT Pupuk Sriwijaya (Persero) menargetkan peningkatan produksi sebesar 17% sampai 20% untuk 2009 yaitu sebesar 7 juta ton untuk memenuhi permintaan domestik. Sedangkan seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak ada ekspor pupuk.

Peningkatan produksi pupuk pada 2009 ini ditandai dengan kenaikan total penjualan (sales) PT. Pusri yaitu sebesar 17% sampai 20%. Meski belum disetujui hasilnya, direktur utama melalui direktur keuangan PT Pusri menyampaikan bahwa total aset mereka sekitar Rp34 triliun pada tahun ini. Sedangkan untuk tahun depan target aset PT Pusri yang akan dicapai adalah sebesar Rp42 triliun.

Untuk memenuhi permintaan dalam negeri dan mengatasi kelangkaan pupuk, PT Pusri berupaya untuk menyalurkan pupuk hingga ke tiap daerah di Indonesia, baik melalui unit sendiri maupun anak perusahaannya.

Permintaan pupuk untuk pangan terealisasi sebesar 4,5 juta ton, non-pangan 1,2 juta ton. Sedangkan 2009 ditargetkan pupuk untuk pangan terelisasi sebanyak 5,5 juta ton dan non-pangan sebesar 1,4 juta ton. Hal ini diungkapkan oleh direktur pemasaran PT Pusri Bowo Kuntohadi.

Perusahaan pupuk ini juga menargetkan produksinya sebesar 7 juta ton untuk tahun 2009. Untuk tahun ini, 2008, produksi pupuk sudah melebihi target, yaitu sebesar 5,9 juta ton untuk pupuk urea begitu juga jenis pupuk yang lain -melewati target produksi.

"Untuk pupuk lainnya juga melebihi target sekarang ini," ungkap direktur utama PT Pusri Dadang Heru Kodri pada jumpa pers di Jakarta, Selasa (30/12).

Dadang menambahkan, target produksi tahun 2009 tersebut adalah sesuai dengan permintaan pemerintah sendiri. "Kita yakin produksi kita akan melebihi target," imbuh Dadang.

Ketika ditanya mengenai ekspor pupuk, dengan lantang Dadang menyebutkan tidak ada ekspor untuk tahun ini seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

"Jika ada sisa stock, maka pupuk akan di ekspor, tetapi sekarang kita lebih mendahulukan kebutuhan domestik," ujar Dadang.

"Sekarang sisa pupuk kita di Palembang adalah nol. Karena kita sudah menyalurkan ke daerah-daerah. Hal ini juga untuk mengatasi kelangkaan pupuk," lanjut Bowo.

Berdasarkan data dari PT Pusri, ekspor terakhir adalah pada tahun 2007 dengan total jumlah (tonase) sebesar 258.847,09. Filipina, Thailand, dan Malaysia adalah negara tujuan ekspor PT. Pusri pada waktu itu.