HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri Siapkan Pabrik Baru

16 Desember 2011 JAKARTA – PT Pusri Holding (Persero) akan membangun tiga pabrik pupuk baru. Dua pabrik akan berlokasi masing-masing di Gresik dan Bojonegoro (Jawa Timur) dan satu pabrik di Palembang, Sumatera Selatan.

Untuk dua pabrik di Jawa Timur, pasokan gas diharapkan berasal dari blok Cepu. ”Kami sudah minta alokasi gas dengan BP Migas (Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi),” kata Direktur Utama Pusri Arifin Tasrif di Jakarta kemarin. Kebutuhan gas untuk pengoperasian kedua pabrik ini mencapai 160 juta kaki kubik per hari (mmscfd).

Nantinya, pengoperasian pabrik pupuk di Gresik akan berada di bawah kendali PT Petrokimia Gresik (Petrogres), sedangkan pabrik di Bojonegoro akan dioperasikan oleh PT Pupuk Kujang dan Pusri Holding. Kedua pabrik pupuk di Jawa Timur ini akan dibangun dengan kapasitas total produksi 1,7 juta ton per tahun.Hasil produksi pabrik di Gresik dan Bojonegoro tersebut, menurut Arifin, untuk memasok kebutuhan pasar Jawa Timur dan Jawa Tengah.

”Kalau dua pabrik ini bisa dibangun,akan ada penghematan transportasi dari Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan ke Jatim sekitar USD60 juta per tahun,”papar Arifin. Selain dua pabrik pupuk di Jawa Timur, Pusri Holding juga akan membangun satu pabrik baru di Palembang.Pembangunan pabrik baru di Palembang ini karena sebagian pabrik pupuk Pusri yang beroperasi saat ini sudah berusia tua.

Pembangunan ketiga pabrik baru ini, menurut Arifin, akan memakan biaya investasi mencapai USD1,8 miliar. Keseluruhan pendanaan pembangunan tiga pabrik ini akan dipenuhi dari kas internal.Ketiga pabrik baru ini ditargetkan sudah mulai beroperasi pada 2015 untuk memenuhi kebutuhan pupuk nasional.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Aas Asikin Idat menambahkan, selain memproduksi pupuk, perusahaan pupuk berupaya untuk menyosialisasikan penggunaan pupuk yang baik, benih yang bagus, dan melakukan pengawalan penanaman. Jika program ini bisa berjalan hingga ke pelosok daerah, pihaknya berharap hal ini akan menjadi kebiasaan petani seluruh Indonesia sehingga peningkatan produksi yang signifikan bisa dicapai. anton c