HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri Siap Pindah ke Senoro

23 Pebruari 2010 PALEMBANG –- Ungkapan industry follow energy  yang sering diungkapkan mantan wakil presiden Jusuf Kalla akhirnya terbukti. Namun bukan pemindahan industri mancanegara ke sumber energi di Indonesia seperti diinginkan semula. Adalah PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) yang akan memindahkan pabrik pupuknya dari Palembang ke Senoro, Sulawesi Tengah, demi mengejar sumber energi dan bahan baku, gas.

Direktur Utama Pusri, Dadang Heru Kodri, mengatakan, relokasi ke Senoro bisa direalisasikan apabila negoisasi harga gas dengan Pertamina dengan PT Medco selaku pengelola sumur gas setempat sudah mencapai kesepakatan. ''Kami masih terus melakukan negosiasi harga dengan produsen gasnya, apabila ada kesepakatan, dipastikan Senoro sebagai sumber gas jadi pilihan,'' kata Dadang, akhir pekan lalu.

Saat ini Pusri tengah fokus melakukan negoisasi gas dan ditargetkan tuntas sebelum 2012. ''Kalau tidak Pusri mati. Namun kini sudah ada titik terang dari pemerintah, dan harga juga diharapkan sesuai dengan Pusri,'' ujarnya.

Gas alam yang sebagian besar terdiri dari gas metana merupakan sumber energi dan juga bahan baku pembuatan pupuk kimia. Hidrogen dari gas metana disintesiskan dengan nitrogen dari udara menghasilkan amonia anhidrat sebagai bahan baku pupuk.

Sumber gas di Senoro menurut Dadang cukup menjanjikan. Setidaknya di daerah tersebut bisa dibangun dua pabrik berkapasitas 2.500-3.000 ton pupuk. Rencananya, relokasi akan dilakukan terhadap tiga pabrik yaitu Pusri II, Pusri III, dan Pusri IV secara bertahap dengan harapan produksi meningkat 60 persen sehingga pasokan gas juga akan meningkat dari 225 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) menjadi 318 MMSCFD.

Selain relokasi, Pusri juga merevitalisasi satu pabrik Pusri di Sumatera Selatan. ''Satu pabrik lagi akan direvilitalisasi tetap di Sumatra Selatan, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan telah menyediakan lahan di Tanjung Api-api,'' kata Dadang.

Untuk memenuhi kebutuhan gas pabrik Pusri di Palembang, BUMN ini akan menandatangani naskah kesepakatan Gas Tansportation Agreement (GTA) dengan PT Pertagas, anak perusahaan Pertamina. Pertagas akan menyalurkan gas yang dibeli Pusri dari Medco E&P dan Pertamina.

Pembelian gas dilakukan dua cara, yakni membeli 180 MMSCFD dari Pertamina EP dan membeli 45 MMSCFD dengan Medco E&P di mulut sumur (well head). ''Pasokan gas Pusri yang dibeli dari Medco di Rambutan dengan panjang jaringan pipa 180 kilometer,'' kata Yunelwan Rauf, Staf Direktorat Teknik dan Pengembangan Pusri.

Secara teknis, kesepakatan bersama pemanfaatan fasilitas bersama sistem jaringan gas antara Pusri dan Pertagas mencakup tarif dua pipa dan acces arrangerment oleh BP Migas. Draf GTA telah diparaf 23 Desember 2009, namun masih menyisakan satu pasal lagi yakni kualitas gas. Sebab PT Pertagas menghendaki kandungan H2S (hidrogen sulfida) maksimum 8 ppm (part per million) sedangkan kontrak dengan Medco maksimum 10 ppm.

''Realisasi kualitas gas dari Medco selama ini masih jauh di bawah batas maksimum sehingga demi amannya Pusri sudah mengajukan usul ke Medco untuk Addendum (revisi) kontrak gas agar kualitas gas dapat disesuaikan,'' kata Dadang Heru.
Maspril Aries - Rahmad .