HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri Mengklaim Suplai Pupuk Lancar

12 April 2018
BISNIS INDONESIA - PT Pupuk Sriwidjaja atau pusri palembang memastikan tidak ada kelangkaan pupuk yang bis menghambat kegiatan tanam petani di lapangan sepanjang tahun ini.  

Direktur SDM dan Umum PT pusri palembang Bob Indiarto mengatakan bahwa perusahaan telah meningkatkan kapasitas produksi pupuk urea melalui kehadiran pabrik pusri IIB untuk mendukung kelancaran penyaluran hingga ke petani.Penaluran pupuk lancar,tidak ada lagi kelangkaan pupuk.kami juga sudah menaikan produksi dari semula 2 juta ton per tahun menjadi 2,5 juta ton,”katanya di sela-sela kegiatanpadat karya tunai (PKT) 5  BUMN di palembang minggu (8/4).

Menurutnya,sebagai anak perusahaan PT Pupuk Indonesia Holding Company ( PIHC ),pusri harus mendukung program ketahanan pangan.salah satunya memastikan penyaluran pupuk dalm kondisi lancar. Dia mengemukakan bahwa penyaluran pupuk urea PSO (public service obligation) atau subsidi tercatat sesuai dengan target yang dipatok pemerintah karena sampai dengan maret 2018 tercapai 110% dari target kuartal pertama. Menurut Bob, tingginya realisasi serapan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya pengaruh cuaca karena sebagian daerah masih hujan pada musim tanam lalu sehingga petani saat ini masih melakukan tanam. Biasanya tanam padi Oktober-Maret,sekarang petani masih banyak yang tanam,”katanya.
 
Sebelumnya, Manajer Humas PT Pusri Palembang Hernawan L,Sjamsuddin mengatakan bahwa penyaluran pupuk urea banyak disalurkan di daerah sentra pertanian, seperti Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Oku Timur dan Ogan Ilir. ”Penyaluran ini dibantu oleh 34 Distributor,646 kios,dan di tunjang 7 unit gudang,realisasinya tahun lalu distribusi 100% terpenuhi,”katanya. 

Direktur Utama PT Pusri Palembang Mulyono Prawiro mengemukakan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi itu tersebar di seluruh wilayah pemasaran perusahaan. ”(Penyaluran Pupuk) sesuai wilayah pemasaran kami,antara lain meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Kalimantan, dan Jawa Tengah. Distribusi dominannya di wilayah jateng, ”katanya. Di tempat berbeda ,Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Erwin Noor Wibowo mengatakan bahwa Sumsel merupakan salah satu provinsi surplus atau penyumbang beras terbesar di Indonesia pada 2016 dan 2017, yakni sebanyak 2,3 juta ton surplus beras.

Pemerintah,katanya,akan menggenjot program peningkatan produksi.salah satunya kegiatan optimasi sawah dengan meningkatkan indeks pertanaman 200 atau dua kali tanam dalam setahun. “Kami lakukan pengoptimalan sawah-sawah yang sudah ada untuk meningkatkan indeks pertanaman. Misal,dari satu kali tanam ke dua kali tanam,”jelasnya. (Dinda Wulandari)