HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri Luncurkan Pupuk Inovasi untuk Petani Jawa Tengah

14 Oktober 2017

Merdeka.com, Jawa Tengah - PT Pusri Palembang meluncurkan pupuk kemasan retail dan sejumlah produk inovasi di Lapangan Desa Catur, Kecamatan Sambi, Boyolali, Sabtu (14/10). Selain itu, pabrikan pupuk plat merah ini juga mengenalkan program klinik tani dan mantri tani untuk memberikan pelayanan edukasi kepada para petani.

Direktur Utama Pusri, Mulyono Prawiro mengatakan, pupuk retail merupakan produk pupuk non subsidi Pusri jenis urea dan NPK yang dijual dalam kemasan 1 Kg, 5 Kg, 10 Kg, hingga 25 Kg. Sehingga keberadaannya praktis dan memudahkan dalam proses distribusi dan aplikasi ke tanaman.

"Ada pupuk mikro Nutremag, pupuk hayati Bioripah, dan pupuk organik cair dengan merek Pusri Organik Cair. Produk inovasi tersebut adalah hasil riset Pusri untuk melengkapi produk yang sudah ada sebelumnya dan bertujuan meningkatkan hasil panen petani," kata Mulyono, dihadapan ratusan petani se- Jawa Tengah.

Manager Humas Pusri, Hernawan El Samsyudin menjelaskan, pupuk mikro Nutremag berbentuk butiran dikemas dalam ukuran 1 Kg bersifat slow release. Dengan dosis yang tepat sangat cocok digunakan pada tanah asam sehingga mampu meningkatkan panen padi hingga 1 Ton per hektare.

Sedangkan pupuk hayati Bioripah, sambungnya, diperkaya kandungan bakteri penambat N dan pelarut posfat, serta kalium tanah. Sehingga mampu meningkatkan unsur hara N, P, K di dalam tanah. Di samping itu, Bioripah tidak mengandung bahan kimia beracun dan dapat meningkatkan ketahanan tanaman dari hama penyakit. Dengan penggunaan dosis yang tepat bisa meningkatkan panen kedelai hingga 1 Ton per hektare.

"Untuk produk Pusri Organik Cair berfungsi mengefektifkan pemakaian pupuk kimia dan memperbaiki kondisi tanah. Pada dosis yang tepat, jenis pupuk cair ini dapat membuat tanaman lebih sehat dan tahan terhadap penyakit serta meningkatkan hasil panen. Produk pupuk retail dan inovasi yang kita luncurkan hari ini menyasar petani di Jawa Tengah dan Sumatera Selatan," jelas Hernawan.

Dalam kesempatan tersebut, Pusri juga meluncurkan program Klinik Tani dan Mantri Tani di Boyolali yang sebelumnya sudah menjangkau wilayah Klaten dan Batang. Tujuannya untuk memberikan pelayanan terbaik dan profesional kepada petani melalui edukasi terkait budidaya tanaman serta permasalahan pupuk dan hama penyakit.