HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri Jajaki Batu Bara, Ganti Gas Alam

04 Januari 2011 Palembang, Kompas - PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) sedang menjajaki penggunaan bahan bakar gas metana batu bara (coal bed methan/CBM) sebagai pengganti gas alam untuk memproduksi pupuk urea. Rencana pengalihan itu untuk mengantisipasi keterbatasan pasokan gas alam untuk pabrik pupuk urea PT Pusri dan kenaikan harga gas alam.

Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) Arifin Tasrif mengatakan itu Jumat (31/12) malam di sela-sela acara pengantongan pupuk urea terakhir 2010 dan pengantongan pertama tahun 2011 di Palembang, Sumatra Selatan. Pihaknya sedang mengkaji nilai keekonomian dari penggunaan bahan baker gas metana batu bara dibandingkan mnggunakan gas alam.

“Kalau penggunaan bahan baker gas metana batu bara memang ekonomis, kami tidak akan menunggu terlalu lama untuk beralih dari gas alam ke gas metana batu baru. Kami juga sedang mencari lokasi yang tepat untuk revitalisasi pabrik Pupuk PT Pusri di Sumsel,” kata Arifin.

Arifin mengatakan, studi kelayakan untuk mndirikan pabrik Pupuk urea baru dengan bahan bakar gas metana batu bara sedang berlangsung. Jika studi kelayakan selesai, langkah selanjutnya adalah menyinkronkan teknologi di pabrik PT Pusri dengan adanya perubahan bahan bakar.

“PT Pusri bekerja sama dengan PT Bukit Asam untuk memasok batu bara,” ujarnya.
Menurut Arifin, tren harga gas alam ke depan akan terus meningkat, apalagi harga minyak dunia kini pun meningkat.

Seperti diberitakan, PT Pusri telah menandatangani kontrak pmblian gas alam dari Pertamina dan Medco untuk periode 2013-2018. Setiap tahun, produksi urea PT Pusri memerlukan pasokan gas alam 6 juta kaki kubik. Pada 2008-2010 terjadi kekhawatiran pasokan gas alam yang dapat mengganggu produksi pupuk urea PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) karena ketidakjelasan pembaruan kontrak pembelian gas alam (Kompas, 13/7/2010).
Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang hadir dalam acara pengantongan pupuk mengungkapkan, di tambang milik PT Bukit Asam terdapat cadangan batubara 6 miliar ton. Adapun diseluruh Sumsel terdapat cadangan batu bara 47 miliar ton.

“Kalau batu bara diubah menjadi gas, pasokannya tidak akan habis-habis karena cadangan di Sumsel sangat besar,” kata Alex.

Meningkat

Arifin menargetkan produksi Pupuk urea PT Pusri pada 2011 meningkat menjadi 2.050.000 ton dan produksi ammonia 1.340.000 ton.

Pada 2010, realisasi produksi pupuk urea PT Pusri 2.031.700 on dan realisasi produksi amonia 1.356.700 ton. Padahal, target produksi pupuk urea tahun itu 2.035.000 ton. Menurut Arifin, pada 2010 target produksi pupuk urea tidak tercapai karena ada masalah teknis di pabrik.

Ia juga menargetkan laba kotor PT Pusri meningkat dari Rp 1 triliun pada 2010 menjadi Rp 1,4 triliun pada 2011. (WAD).