HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri Gelontorkan Dana PKBL Rp 700 Juta

26 April 2011

PALEMBANG-Memasuki triwulan II/2011, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang kembali menggelontorkan dana Program kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Kali ini PKBL menyasar puluhan siswa putus sekolah di lingkungan perusahaan.

Menurut Manajer KUK dan Bina Lingkungan PT Pusri Palembang Fahrurozy Bey, program pengiriman Lolapil Listrik Industri dan Las SMAW 3G ke Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI) Serang ini bertujuan menjembatani salah satu tugas pemerintah dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta produktivitas tenaga kerja, khususnya di Palembang dan Sumsel.

"Melalui program ini, Pusri berharap dapat menyiapkan calon tenaga kerja yang siap pakai dan memiliki kompetensi di bidang tertentu. Dengan begitu, mereka dapat menciptakan peluang kerja mandiri dan bila memungkinkan dapat mengisi lowongan kerja di perusahaan," jelas Fahrurozy di Palembang pada acara pemberangkatan peserta pelatihan di Gedung Diklat Pusri kemarin (25/4).

Fahrurozi mengatakan, pelatihan Lolapil ini melibatkan masyarakat lingkungan di sekitar perusahaan Pusri, masing-masing dikecamatan Ilir Timur II khususnya kelurahan 1 Ilir, 2 Ilir, 3 Ilir, dan Sungai Buah. Sedangkan untuk kecamatan Kalidoni meliputi Kelurahan Sungai Selayur, Sungai Selincah, dan Sungai Lais. Ini merupakan tindak lanjut arahan Direktur SDM & Umum PT Pusri, kami harapakan ini dapat memberdayakan masyarakat putus sekolah di lingkungan sekitar perusahaan," imbuhnya.

Menurutnya, penyelenggaraan pelatihan ini berlangsung selama tiga bulan, muali 25 April-25 juli 2011. Peserta ini terdiri dari 20 orang Jurusan Listrik Industri dan 20 orang Jurusan Las SMAW 3G. Mereka telah mengikuti berbagai seleksi, mulai administrasi, tes tertulis, hingga psikotes.

Sementara itu, Direktur SDM & Umum PT Pusri Palembang Irwansyah mengatakan, PKBL ini akan dilakukan pihaknya secara bertahap. "Kita akan terus lakukan pemberangkatan. Tiga bulan ke depan ada sekitar 100 orang lagi, tapi dengan pelatihan berbeda sehingga mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, " pungkasnya. (komalasari)