HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri Dirikan Anak Perusahaan Baru

16 Januari 2012 PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang memutuskan membentuk beberapa anak perusahaan yang bergerak di antaranya di bidang properti dan shiping line. Pusri Palembang telah menganggarkan belanja modal senilai Rp2,1 triliun untuk sejumlah investasi tersebut. Porsi terbesar investasi Pusri Palembang akan dialokasikan untuk beberapa pembangunan di antaranya pabrik pusri baru (Pusri II B) dan investasi lainnya senilai Rp1,799 triliun.

Pembentukan sejumlah perusahaan baru, menurut Direktur Utama Pusri Palembang, Eko Sunarko untuk memaksimalkan sejumlah aset Pusri secara profesional. Di antaranya sejumlah kapal perusahaan yang selama ini hanya digunakan untuk kegiatan internal perusahaan.

Untuk mengoptimalkan kegunaan kapal-kapal tersebut, kata Eko, Pusri akan mengelola secara profesional menjadi satu unit usaha tersendiri dan perusahaan khusus sehingga pihak ketiga dapat memanfaatkan aset dimaksud untuk kepentingan bisnis. "Jadi pengelolaan aset-aset ini tidak hanya digunakan untuk pelayanan ke Pusri saja tetapi juga dapat digunakan perusahaan-perusahaan lain yang membutuhkannya," kata Eko di Palembang.
.
Menurut Eko, tahun ini belanja mengalami kenaikan sekitar 400 persen dari belanja modal tahun lalu yang hanya Rp5-6 miliar. Atas sejumlah rencana tersebut, menurut Eko, sudah disetujui pemegang saham, sebab sejak Pusri tidak menjadi induk holding, Pusri perlu pengembangan dengan membentuk anak perusahaan baru.

"Pusri Palembang juga harus lebih fokus, terlebih aset-aset Pusri di sejumlah daerah yang sebelumnya menjadi wilayah Pusri perlu dimanfaatkan lagi, setidaknya dibentuk anak perusahaan yang mampu berkembang, untuk itu Pusri dana cadangan sebesar itu," kata Eko.

Menurutnya bebeberapa aset Pusri seperti kantor di Jakarta dan sebagian Jawa- Bali ke depan bisa dimanfaatkan untuk operasional anak perusahaan dan pengembangan bisnis lainnya.

Pusri juga akan membuka kesempatan dengan perusahaan yang akan melakukan sinergi usaha. Belanja modal sebesar Rp2,1 triliun akan digunakan untuk investasi rutin sebesar Rp156,445 miiar, investasi pengembangan yang dicadangkan sebesar Rp1,799 triliun dan investasi penyertaan sebesar Rp149, 312 miliar.

Eko menambahkan saat ini Pusri juga telah menerima sertifikat pemeringkatan double A: stable outlook (AA) dari PT Pefindo untuk periode 12 desember 2011 hingga 1 Desember 2012.

Peringkat itu, diberikan berdasarkan data dan informasi dari perusahaan serta laporan keuangan audit per 31 Desember 2010 dan laporan keuangan yang tidak diaudit per 30 September 2011.

Obligor dengan peringkat AA tersebut memiliki perbedaan dengan peringkat tertinggi dan memiliki kemampuan yang kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang relatif dibandingkan terhadap obligor Indonesia.