HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri Bukukan Laba Rp.1,2T

17 Januari 2012 PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp1,2 triliun di tahun lalu. Pencapaian laba ini melebihi target tahun kerja 2011 yang ditetapkan sebesar Rp900 miliar.

Menurut Direktur Komersial Pusri Palembang, Hilman Taufik tahun ini ini ditargetkan oleh pemegang saham untuk meraih laba sebesar Rp1 triliun. Manajemen mengaku optimistis besaran target keuntungan ini dapat di realisasi tahun ini. Besaran laba tersebut, kata Hilman, selain berasal dari penjualan dalam negeri, juga ekspor yang dilakukan perusahaan ini.

Hilman mengatakan di 2012, pemerintah sudah menetapkan kuota ekspor urea sebesar 130 ribu ton. Namun manajemen akan melihat beberapa faktor untuk melakukan ekspor tersebut. Seperti kondisi pendangkalan Sungai Musi dan kondisi pasar dalam negeri.

Jika memang harga di dalam negeri lebih tinggi mengapa harus melakukan ekspor. "Jadi kami melihat kondisi. Terutama pendangkalan Sungai Musi, untuk tempat melewati kapal, dan faktor harga dalam negeri. Kalau memang harga di dalam lebih menjanjikan, kenapa tidak di jual di sini saja," katanya seraya menyebut urea Pusri selama ini di ekspor ke Malaysia, Philipina dan Thailand atau negara-negara Asia lainnya.

HET

Sementara bedasarkan Peraturan Menteri Pertanian No: 87/Pemertan/SR. 130/12/2011 tentang Ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Besubsidi sebesar Rp1.800 per kilogram terhitung mulai 1 Januari 2012-01-15 Pusri Palembang sejak 1 Oktober 2011 lalu, telah memproduksi pupuk urea bersubsidi warna pink. Hal ini mengacu pada peraturan pemerintah yang tertuang dalam Surat Menteri Pertanian RI No.11/SR.130/M/1/2011/7 Januari 2011 perihal Pencirian Khusus Pupuk Urea.

Perubahan warna pupuk urea dari putih menjadi pink ini, dilakukan sebagai bentuk pengamanan dan pencegahan dari timbulnya penyimpangan tata niaga pupuk di lapangan. Selain itu juga, untuk menghindari penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pupuk urea pink telah memiliki persyaratan mutu sesuai SNI No: 02-2810-19LSPR-0004-IDN terhitung 1 Januari 2012, menurutnya urea subsidi yang beredar di pasaran berwarna pink yang memiliki komposisi sama persis dengan urea putih. Zat pewarna yang digunakan sama dengan pewarna pada makanan atau sesuai standar foodgrade dan ramah lingkungan.