HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri Buat Kapal SPUB

25 Nopember 2013 Mayor Zen, Palembang Pos.-
Saat ini manajemen PT Pupuk Sriwidjaja Palembang sudah mendesign kapal yang memiliki daya angkut lebih kecil dari kapal-kapal Pusri sebelumnya. Proyek ini dinamakan Proyek Pembangunan Kapal SPUB atau Self Propelled Urea Barge. Kontrak pembangunan kapal ini sudah dimulai pada 10 Desember 2012 lalu dan target penyelesaiannya pada 2014 mendatang.

Deputy Project Manager SPUB PT Pusri Palembang Ir Umar Dhani mengatakan, untuk tahap awal Pusri Palembang akan membuat 1 (satu) kapal SPUB dan setelah selesai pembuatannya baru akan dievaluasi lagi untuk rencana pembuatan kapal selanjutnya sesuai kebutuhan perusahaan.

”Untuk Pembangunan kapal ini Pusri Palembang bekerjasama dan yang mendesign kapal adalah LPPM IT/S dan NASDEC. Biaya pembangunan satu unit kapal sekitar Rp 180 miliar (kotrak Pusri dengan PT Anggrek Hitam-Batam, REd),” terang Umar Dhani belum lama ini.

Saat ini Pusri sedang melaksanakan pengerukan pada alur Sungai Musi meliputi ambang luar C2 dan C3 dilanjutkan di Selatan Payung dan Selatan Jaran. Hal ini sesuai dengan Maklumat Pelayaran KSOP Palembang No: 16/KSOP PLG-2013 tanggal 03 Agustus 2013. Hingga bulan September 2013 dilaporkan LWS Selat Jaran : 42 DM, Sungai Lais 50 DM, outerbar 50 DM.

Diakuinya, jika saat ini kondisi kapal milik PT Pusri Palembang masing-masing 7 kapal urea crush dan 1 kapal amoniak. Umur kapal 37 tahun (Eks Jepang : KM Otong Kosasih, KM Ibrahim Zahier, KM Soemantri B, KM Pusri Indonesia). Ada juga yang berusia 3 tahun masing-masing (Eks k Korea : KM Mochtar PM, KM Abusamah, KM Julianto MD, dan Eks Jerman : MT Sultan MB II).

Sementara untuk kapasitas angkutan dan kemampuan kapal Pusri sekarang berdasarkan data terakhir rata-rata daya angkut per voyage kapal milik adalah 7.000 MT ( kinerja Kapal milik Agustus 2013).
Kemampuan angkut kapal milik bervariasi disesuaikan dengan pasang surut sungai Musi setiap bulan nya.
Pada saat pasang tinggi maksimum bisa mengangkut COB lebih kurang 8.000 MT tetapi jika yang bersangkutan bertempatan dengan pasang maka COB bisa lebih kurang 6.500 MT

Dulu pengerukan sungai Musi dilakukan bersama-sama dengan satu sindikasi bersama perusahaan lain seperti PT Pelindo, PT BA, PT Semen Baturaja, dan pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Namun program tersebut sudah tidak berjalan. (ove)