HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri Bersiap Ekspansi ke Iran

10 Pebruari 2010 Jakarta - Impian PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) memiliki pabrik pupuk di Iran bakal segera terwujud. Lantaran Pusri dan pihak Iran sudah sepakat mengenai besaran pembagian saham di pabrik tersebut Rencananya PT Pusri akan memegang sebesar 70 % saham. Sisanya untuk Iran.

Kepastian ini langsung berembus dari Direktur lenderal Industri Agro dan Kimia Kementerian Perindustrian Benny Wachyudi di kantor Kementerian Perindustrian, Senin (8/2) di Jakarta. Dia bilang, kepastian ini berdasarkan pada rapat koordinasi tingkat menteri akhir bulan lalu.

"Saat ini sedang menunggu surat dari Menteri Keuangan soal kepastian kita (pemerintah Indonesia) bisa kasih atau tidak. Kelanjutan proyek patungan ini masuk dalam prioritas 100 hari Kementerian Perindustrian," katanya.

Asal tahu saja, pada 11 November 2007, PT Pusri (Indonesia) dengan pihak NPCI Ltd fan Petrochemical Industries Investment Company/PIIC dari Iran sepakat untuk mendirikan perusahaan patungan. Perusahaan itu bernama He-ngam Petrochemical Company (HPC).

"Rencananya, pembangunan pabrik untuk produksi urea dan amonia di Asahluye, Iran dengan kapasitas produksi 3.500 ton per hari. Diperkirakan pabrik baru akan berdiri pada 2011 atau 2012," ujarnya.

Nah, untuk memperlancar produksi itu, Iran akan memasok kebutuhan gas. Harganya USS 1 per MMBTU. Investasi pabrik mencapai USS 700 juta, diantaranya berasal dari Bank Pembangunan Islam sebanyak USS 100 juta dan Bank Iran sebanyak USS 150 juta.

Sejauh ini, pada 11 Januari lalu, telah dilakukan rapat tentang kelanjutan proyek pabrik pupuk urea di Iran dan masalah pendanaan proyek. Dalam rapat tersebut menyepakati agar Menteri Perindustrian mengirim surat ke Menteri Negara BUMN sebagai pengganti rapat koordinasi menteri tentang proyek industri pupuk Pusri-Iran.

Akhirnya pada 21 Januari 2010, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengirimkan surat kepada Menteri Negara BUMN dengan tembusan kepada Presiden terkait tentang permohonan persetujuan kepada PT Pusri terkait proses pencairan dana pinjaman dengan beberapa lembaga keuangan yang berminat.

Tentu saja rencana pembangunan pabrik ini mengisyaratkan bahwa pertumbuhan laba Pusri di 2010 cukup baik. Mereka menargetkan pertumbuhan labanya hingga 30 % bila dibandingkan dengan tahun lalu. Hanya saja, Pusri masih menghitung berapa besaran laba di 2009 lalu.

Meski demikian, Pusri menargetkan produksi pupuk urea pada 2010 bakal tumbuh 3 % jadi 7 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya 6,8 juta ton. Sementara pupuk NPK tumbuh 70 % menjadi 2,2 juta ton dari sebelumnya 1,3 juta ton.

Pusri memperkirakan kontribusi terbesar pendapatan perusahaan tahun 2010 bakal diperoleh dari PT Petrokimia Gresik. Peningkatan kapasitas produksi diperkirakan menjadi salah satu alasan peningkatan pendapatan perusahaan.

Kendati demikian, kondisi tersebut hanya dapat dicapai bila ada jaminan pasokan gas sebagai bahan baku industri pupuk. "Kami berharap semoga pasokan gas dari PT Pupuk Iskandar Muda akan lebih baik," kata Dirut Pusri Dadang Heru Kodri.      -nurul-